Laman

Kamis, 04 Juli 2013

Syirik, waspadai, dan koreksi diri, sering terjadi tanpa kita sadari

Syirik, waspadai, dan koreksi diri, sering terjadi tanpa kita sadari
TATHAYUR
Image
Ada yang  bertanya, kenapa ya hidup saya sial terus, sering kecopetan, ada juga yang sering tabrakan, sering celaka, kerja malah dipecat terus.  Kata orang saya disuruh melakukan ruwatan untuk membuang apes atau sial.

Inilah yang disebut tathoyyur yaitu meyakini adanya kesialan pada hari-hari tertentu berkait dengan hari kelahiran atau weton tertentu. Seperti misalnya akan merugi jika keluar bekerja atau berdagang pada hari Selasa. Atau akan tidak awet jika mulai bekerja pada hari kamis. Ada juga yang dihitung berdasarkan tanggal lahir dan wetonnya lalu dia tidak boleh berjalan ke arah utara pada hari tertentu dan tak boleh ke barat pada hari tertentu lainnya.

Siapa yang mengurungkan niatnya karena thiyarah, maka ia telah berbuat syirik.” Lalu para sahabat bertanya, “Apa tebusan bagi hal itu?” Beliau bersabda, “Hendaknya salah seorang mereka membaca, : ghoiruka ilaha wa laa thoiruka illa thoiro wa laa khoiruka illa khoiro laa Allahumma

Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan yang berasal dari-Mu dan tidak ada kesialan kecuali kesialan yang berasal dari-Mu (yang telah Engkau tetapkan), dan tidak ada tuhan selain Engkau.” (HR. Ahmad: 2/220, dari Abdullah bin Amr r.a.. Dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir dalam Ta’liq Musnad Ahmad no. 7045)

Tathoyur juga berarti percaya pada tanda tanda kesialan tertentu, misalnya ada burung gagak hitam pasti di kampung ini akan ada yang meninggal atau wabah. Tathoyur juga berarti percaya tempat-tempat tertentu menjadi angker atau sial karena peristiwa tertentu misalnya tempat bekas kecelakaan, sehingga tikungan tersebut menjadi angker.

Setelah manusia meyakini adanya kesialan ini, kemudian setan membisiki ide kedalam otak dan hati manusia untuk melakukan suatu ritual untuk membuang sial atau nasib apes ini. Ada yang menyebutnya ruwatan, tolak bala, buang apes dll. Ini semua tidak lain hanyalah tipu daya jin kafir bersama konco –konconya (teman nya).
Yang membisikkan was-was ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia” (Q.S. 114 : 5-6)

Islam melarang perasaan Tathayur ini karena merupakan bagian dari syirik. Mengapa termasuk syirik? Karena mempercayai adanya kekuatan lain yang menentukan nasib buruk dan nasib baik selain dari Allah.
Rasulullah SAW  bersabda, Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik, tidak ada seorang pun di antara kita melainkan (dalam hatinya terdapat hal ini), hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakalnya” (HR. Abu Dawud, no 3912, di shahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Dari ‘Imran bin Hushain bin Ali r.a., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Tidak termasuk golongan kami orang yang percaya tanda-tanda kesialan (tathoyur) atau datang bertanya kepada orang yang mempercayai tanda-tanda kesialan  (H.R. Al-Bazzar juz 9, hal. 52, no. 3578).

“Tapi bener lho mas setelah diruwat saya tidak sial lagi”. Sedangkan yang lain berkata : “Buktinya bener tuh setelah dikasih sesaji di tikungan tidak ada lagi yang kecelakaan”. Saya jawab : Lha ya memang benar terbukti begitu lha jin yang bikin bikin memang tujuannya agar sampeyan (Anda) pada percaya seperti itu!”.
Dari dulu pun fenomena nya juga sama. Aisyah r.a. juga pernah mengungkapkan hal yang sama.

Dari Aisyah, ia berkata, aku berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya para dukun pernah menceritakan kepada kami tentang sesuatu dan kami dapati bahwa yang mereka ceritakan itu benar terjadi”. Rasulullah SAW bersabda, “Kalimat yang benar itu memang sengaja disambar dengan cepat oleh jin lalu dilemparkan ke telinga walinya (dukun), tetapi ia sudah menambah dengan seratus kebohongan. [HR. Muslim juz 4, hal. 1750]

Ini adalah taktik paling basi dan paling kuno dari jin kafir sejak jaman dahulu kala. Walaupun basi dan kuno namun jin tahu bahwa taktik ini masih ampuh untuk memperdaya manusia. Karena manusia itu selalu cara fikirnya “empiris” seperti tadi itu yaitu dengan mencoba melakukan suatu ritual lalu terbukti benar. Maka manusia menyimpulkan itulah kebenaran.

Dari Mu’awiyah bin Hakam As-Sulamiy : , “Kami juga percaya pada tanda-tanda kesialan”. Rasulullah SAW bersabda, “Itu sesuatu yang tidak disukai oleh seseorang diantara kalian, maka hal itu jangan sampai menghalangi (mengganggu) kamu sekalian. [HR. Muslim juz 4, hal. 1748]

Padahal jin kafir memang memiliki kemampuan untuk merekayasa alam dan mencelakakan manusia. Jin bisa menahan air sungai hingga kering lalu membisiki di hati manusia agar membuang sesaji ke sungai. Setelah dilakukan buang sesaji ternyata betul sungainya mengalir lagi. Jin juga bisa merekayasa sawah menjadi tidak subur, lalu membisiki ke hati manusia agar menaruh sesaji di pojok-pojok sawah. Begitu pula jin mencelakakan manusia di tikungan jalan agar dikatakan angker / seram. Lalu membisiki manusia agar dibuat ritual atau ditaruh sesaji di tikungan. Ketika semua yang dibisiki jin itu dilaksanakan manusia ya tentu saja terbukti, lha jin yang bikin ulah sepakat tidak bikin ulah lagi. Maka percayalah manusia-manusia itu dengan tipu daya setan ini.

Memangnya jin bisa bikin ulah seperti ini? Ya iya lah. Manusia juga bisa bikin ulah seperti ini. Manusia juga bisa membendung aliran air agar tidak mengalir, mensabot panen gagal atau mendorong tubuh orang agar masuk ke jurang. Cuma bedannya jin gak keliatan jadi manusia ga tahu ketika dia berbuat. Manusia tahunya tiba-tiba terjadi demikian seolah tanpa sebab yang masuk akal. Jin memang suka membuat rekayasa kecelakaan sebagaimana hadits berikut :

Ibnu Abbas r.a. berkata: “Suatu hari seekor tikus datang menyeret kain yang dipintal kemudian dilemparkan ke hadapan Rasulullah Saw  yang sedang duduk di atas tikar. Kemudian kain dipintal yang dibawa tikus tadi terbakar persis sebesar uang dirham. Rasulullah Saw Kemudian bersabda: “Apabila kalian tidur, matikanlah lampunya, karena syaithan seringkali berwujud seekor tikus” (H.R. Abu Dawud dengan sanad shahih)

Tapi ada tanda tanda penyebab kesialan yang kita boleh percayai. Misalnya perbuatan maksiat dan dosa itu mendatangkan kesialan.

Perbuatan dosa mengakibatkan sial terhadap orang yang bukan pelakunya(H.R. Dailami)
Orang mungkin saja sering celaka karena akibat dosa besar yang dilakukannya. Kawan saya yang berbisnis Papan Reklame atau Billboard pernah roboh diterjang angin sehabis ia melakukan dosa besar. Ada juga yang lain beruntun mendapat musibah di jalan tol, pada awalnya kaca mobil pecah terkena batu dari pemotong rumput di jalan tak berapa lama tali kipas mobil putus dan menyambar pipa pendingin mesin hingga radiator bocor. Ternyata itu terjadi setelah ia melakukan dosa besar.

Tiada seorang hamba ditimpa musibah baik di atasnya maupun di bawahnya melainkan sebagai akibat dosanya (H.R. Abu Daud)

LaLu apa yang harus kami lakukan? Yang harus dilakukan adalah melakukan adalah memohon keselamatan dari rekayasa Jin terkutuk ini kepada Allah SWT.

Pertama mohon ampun dan taubat nasuha kepada Allah.

Kedua mohon maaf, cium kaki dan cuci kaki bapak ibumu. Karena sebagian besar kesialan dan musibah itu akibat dosa kepada orang tua.

Ketiga, membaca Al-Baqarah di rumah-rumah dan tempat-tempat yang dianggap seram. Bacakanlah beberapa malam berturut turut agar jin-jin itu gerah dan tidak betah.

Kumandangkan pula Adzan setiap hendak shalat karena jin sangat tidak tahan mendengar adzan. Bacakanlah ayat-ayat ruqyah di rumah, ke badan kita dan ke dalam air untuk di minum. 

Bersihkanlah rumah sebersih bersihnya karena jin menyukai tempat kotor dan tidak betah jika rumah kita telah menjadi bersih.

Sebarkanlah sedekah kepada fakir miskin, anak yatim sebanyak banyaknya karena sedekah itu mendatangkan rezeki sehingga terbuka rezeki Anda dan tidak merasa sial lagi.

ISIM DAN RAJAH

Image 
Isim adalah tulisan-tulisan (bisa arab atau simbol tulisan lain) yang biasa digoreskan pada kertas, kain, badan manusia, atau medium lainnya, yang mana tulisan atau simbol-simbol itu itu dipercaya memiliki kekuatan ghaib. Isim atau rajah kadang ditempelkan di dinding atau pintu rumah atau disimpan di ikat pinggang, dompet, peci, atau dimana saja yang dipercaya akan membawa dampak sesuai tujuan dibuatnya. Ada juga yang terdiri dari tulisan jajaran beberapa huruf arab lalu dicelupkan ke dalam botol minyak wangi tertentu, atau dibungkus dalam kantung kain dicampur dengan biji2an atau bunga2an atau benda lain.

Terkadang tulisannya adalah potongan2 ayat Qur’an namun kadang kala juga terdiri dari deretan huruf-huruf arab saja. Hal ini dilakukan berdasarkan keyakinan bahwa tiap-tiap huruf itu ada khodam yang menjaganya. Hal Ini semua tidak ubahnya sebagai jimat.

Dari ‘Imran bin Hushain bahwasanya Nabi SAW melihat seorang laki-laki memakai gelang jimat, maka Nabi SAW bertanya, “Apa ini ?”. Orang tersebut menjawab, “Ini adalah jimat”. Nabi SAW bersabda, “Itu tidak menambah kepadamu kecuali beban berat. Buang saja jimat itu. Karena sesungguhnya jika kamu mati masih memakai jimat, maka kamu akan diserahkan kepadanya (Allah tidak akan menolongmu)”. (H.R. Ibnu Hibban juz 13, hal. 449, no. 6985)

Mengapa harus huruf Arab? Tentu saja ini adalah tipu daya Jin karena jaman sekarang mayoritas sudah muslim, sehingga jika isimnya menggunakan huruf sansekerta pasti manusia akan menolaknya. Adapun isim di jaman Majapahit ya kemungkinan besar menggunakan aksara sansekerta.

Jabir berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya syaithan telah putus asa untuk disembah oleh orang-orang yang shalat di daerah Arab, akan tetapi (syaithan akan diikuti) dalam hal persaingan dan saling kasar di antar mereka” (H.R. Muslim)

Sedangkan rajah adalah tulisan arab dan mantera2 yang digoreskan kepada punggung atau badan seseorang. Tulisan ini bukan dibuat dari tinta, melainkan digoreskan menggunakan air sihir (air yang dimanterai). Tujuan semua ini adalah untuk perlindungan atau memagari orang dari gangguan ghaib.

Baik Isim maupun rajah keduanya sebenarnya adalah tipu daya jin dan dukun-dukun sebagai anteknya walaupun sebagian dukun itu ada yang berperilaku dan berpenampilan Islami, dengan menyandang gelar ajengan atau kyai. Sesungguhnya yang terjadi adalah Isim dan Rajah itu berguna untuk memanggil jin-jin khadam (pelayan / pelindung) yang disuruh untuk melindungi seorang manusia dari gangguan jin lainnya.
Memang benar hal ini bisa manjur sebagai upaya perlindungan, namun duduk masalah sebenarnya ini adalah upaya mengusir jin dengan jin yang lebih kuat. Ibarat di lingkungan kita diganggu oleh preman maka kita berlindung dengan cara mendatangkan preman lain yang lebih kuat.

Jika gangguan ini berasal dari jin-jin iseng di sekitar, maka ini bisa jadi berhasil. Namun dalam beberapa kasus, jika gangguan jin ini bermula dari kiriman dukun, ketika kita berhasil menolak gangguan dengan cara memelihara jin yang lebih kuat, maka sang dukun itu akan mengirim jin lagi yang lebih kuat lagi. Maka akhirnyapun kita terpaksa mendatangkan lagi jin yang lebih lebih kuat lagi dan seterusnya. Seringkali jin kiriman dan jin yang melindungi kita bertempur dan terdengar suara berdebum di atap rumah. Akhirnya yang terjadi adalah kehidupan kita tidak tenang bahkan tidak jarang berimbas pada suasana rumah yang panas (emosional), rejeki seret, terjadi percekcokan antar saudara, tetangga, atau antar suami isteri.

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu (Q.S. Al-Maa’idah [5] : 91)

Dampak yang ditimbulkan oleh jin sebagai timbal balik jasa yang ia berikan terkadang amat halus dan samar sehingga tidak kita sadari. Terkadang efeknya bukan pada diri si pelaku melainkan pada anggota keluarga lainnya.

Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia (Q.S. Al-Israa’ [17] : 53)
Dari Misyrah bin Ha’an bahwasanya dia mendengar ‘Uqbah bin ‘Amir berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang memakai jimat, maka Allah tidak akan menyempurnakannya, barangsiapa yang memakai rumah siput (sebagai jimat), maka Allah tidak akan memberi ketenangan padanya. (HR. Ibnu Hibban juz 13, hal. 450, no. 6086)

Perilaku mengusir jin dengan jin (mendatangkan jin yg lebih kuat) adalah syirik dan terlarang. Dan perlu diketahui, semakin kuat jin yang kita datangkan atau semakin canggih perlindungan yang kita minta, biasanya akan dituntut timbal balik yang semakin nyata kesesatannya. Yang semula syaratnya hanya pantangan-pantangan yang sepele, lama-kelamaan akan diminta syarat yang semakin nyata kesesatannya misalnya dengan memberikan sesaji atau melakukan ritual tertentu yang tidak Islami. Namun biasanya ketika sudah terbelit masalah dan putus asa, orang sudah gelap mata dan tidak peduli dengan apapun syarat yang diminta. Sehingga semakin sesatlah manusia dijerumuskan oleh Jin.

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari golongan jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan (Q.S. Al Jiin [72]:6)

Dengan pembuatan rajah-rajah itu justru akan mendatangkan jin-jin dan cepat atau lambat jin akan meminta imbalan dan tumbal atas pekerjaan yang telah ia lakukan dan selalunya imbalan yang diminta bersifat kemusyrikan, keburukan, permusuhan, kemaksiatan dan hal-hal buruk lainnya. Kadang karena orang tuanya memasang rajah dan isim di badannya atau rumahny maka efeknya pada anggota keluarga lain yang saling bermusuhan, hawa nya panas, saling dengki, malas ibadah, atau anak-anaknya bermaksiat, istrinya selingkuh, atau hal-hak keburukan lainnya yang inti hasil akhirnya adalah hancur berantakan keluarga orang tersebut.



MODUS PERANGKAP SETAN

Image
Sangat penting untuk membahas bagaimana umumnya modus dan strategi setan dalam menjerumuskan manusia. Hal ini sama dengan mempelajari bagaimana taktik serangan yang dilakukan musuh terhadap kita. Dengan cara demikian, diharapkan kita akan mampu mengantisipasi dan tidak terkecoh. Dan dengan demikian pula kita diharapkan tidak akan terjerumus ke dalam perangkap setan.

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan(menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)” (QS. Al-Araf: 16-17).

1.    Pengalihan Imej Yang Seram Itulah Setan
Salah satu kesalahpahaman mendasar yang sangat penting dibahas di sini adalah bahwa Iblish sengaja mengalihkan image bahwa di tempat gelap itulah adanya setan, kuburan itu adalah tempatnya setan dan hal-hal yang seram itulah setan.

Memang hal itu benar adanya, karena jin memang menyukai tempat gelap. Namun kita lupa bahwa itu adalah tempat tinggal mereka, dan bukan tempat kerja atau tempat operasi mereka. Sedangkan tempat kerja mereka justru di tempat2 keramaian. Sangat tidak masuk akal jika setan yang kerjanya menggoda dan menyesatkan manusia justru menyepi dan berkumpul di tempat sepi yang dijauhi oleh manusia.
Memang benar setan itu berwajah buruk (saya tidak bilang bahwa itu adalah seram). Namun iblish sengaja memperkuat image / kesan bahwa makhluk2 seram itulah setan. Padahal kemunculan mereka dalam sosok yang seram itu hanya 1%. Yang 99% mereka muncul sebagai sosok yang digemari manusia. Iblish dan pasukannya bisa muncul atau merasuk dalam sosok wanita tercantik di dunia, atau pria yang paling gagah. Setan justru banyak beroperasi di tempat-tempat keramaian dan tempat-tempat paling gemerlap di dunia ini karena disitulah syahwat diagungkan.

Inilah yang dimaksud dengan hadits Rasulullah SAW :
Wanita adalah alat perangkap (penjaring) setan. (H.R. Asysyihaab).

Setan juga justru paling banyak berada di tempat-tempat jual beli karena disitulah keserakahan dan ketamakan menjadi menggiurkan.

“Janganlah kalian menjadi orang yang pertama kali masuk ke pasar atau menjadi orang yang paling akhir keluar dari pasar, karena pasar itu merupakan tempat berseterunya para syaithan. Dan di pasarlah syaithan menancapkan benderanya” (H.R. Muslim)

2.    Membuat Lupa Mengingat Allah
Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi (Q.S. Al-Mujadilah [58] :19)

3.    Memandang Baik Perbuatan Buruk
Ini adalah modus penyesatan setan yang paling umum dan paling luas. Jin sering membisikkan logika dan pikiran yang sesat untuk menjerumuskan manusia ke jalan yang salah atau membenarkan tindakan yang keji. Caranya adalah dengan membisikkan justifikasi (pembenaran) atas tindakan keji tsb.

Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya (Q.S. Thahaa [20] : 120)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar (Q.S. An-Nuur [24] : 21)
Dan setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka (Q.S. 29:38)

Dengan cara seperti ini manusia menjadi yakin bahwa tindakannya itu benar dan tidak membuat kerusakan padahal tidak demikian adanya.

Sebagai contoh kami pernah menjumpai kasus seorang wanita yang lelah dan jenuh dengan sihir yang ditimpakan kepadanya lalu setan membisikinya bahwa jika ia menikah dengan pria non-muslim maka sihir itu menjadi sirna. Jelas ini adalah logika bathil yang dibisikkan jin sihir itu. Kalaupun jin sihir itu benar-benar keluar dari tubuhnya tentu saja itu karena ia telah cukup puas dengan kesesatan wanita itu yang akhirnya telah menjual aqidahnya dan berpindah agama.

4.    Menakut-nakuti
Salah satu modus setan dalam menjerumuskan manusia adalah dengan menakut-nakuti dengan sesuatu yang seram, takut tempat gelap, takut sendirian, takut masuk hutan dsb

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (QS. Ali Imran [3] : 175).

5.    Ketamakan dan Keinginan Yang Tiada Habisnya
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga) (Q.S. Ali Imran [3] :14)

Dan setan pun memasukkan godaan terhadap keinginan-keinginan itu (Q.S. 22:52)

6.    Membisikkan Was-Was Dan Rasa Khawatir
Ini juga termasuk modus penyesatan setan yang paling umum, yaitu membisikkan rasa khawatir yang belum tentu dan belum pasti. Sedangkan rasa khawatir tsb akhirnya menghalangi kita untuk berbuat ke arah yang lebih baik. Misalnya ketika seorang wanita hendak berjilbab lalu ia diliputi keraguan dan was-was bahwa ia nanti akan kesulitan mendapat jodoh atau pekerjaan

Setan menjanjikan (menakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kikir (Q.S. Al-Baqarah [2] : 268)

Gara-gara sifat tamak dan kikir, setan kemudian mengipasi manusia untuk saling berperang
Takut­lah kamu sekalian pada kekikiran karena kekikiran itu telah membinasakan umat sebelum kalian, dan hal itulah yang mendorong mereka untuk mengadakan pertumpahan darah serta menghalalkan apa-apa yang diharamkan bagi mereka”. (H.R Muslim)

Oleh karena itu Rasulullah mengajarkan kita untuk berlindung dari sifat malas dan kikir yang dihembuskan setan

Dari Said bin Abu Waqqash r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. senantiasa berlindung diri sehabis shalat yaitu dengan mengucapkan kalimat-kalimat: AIlaahumma innii a’uudzu bika minajubni wal-bukhli wa a ‘uudzu bika min an uradda ilaa ardzalil-’umuri wa a’uudzu bika min fitnatid-dunyaa wa a’uudzu bika min fitnatil-qabri (Wahai Allah sesungguhnya saya berlindung diri kepada-Mu dari pada sifat penakut dan kikir. Saya berlindung diri kepada-Mu daripada dilanjutkan usia hingga umur yang hina tidak mampu untuk berbuat apa-apa. Dan saya berlindung diri kepada-Mu dari fitnah dunia; serta saya berlindung diri kepada-Mu dari fitnah kubur). (H.R. Bukhari)

Setan juga memasukkan rasa was-was ke dalam dada manusia. Jika kita mengalami godaan was-was seperti ini hendaklah berlindung pada Allah dengan membaca ayat-ayat Qur’an dan memantapkankembali pemahaman agamanya, dan membaca Q.S. An-Naas.

“(Aku berlindung dari setan) yang membisikkan was-was ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia” (Q.S. 114 : 5-6)

7.    Melakukan Perbuatan Keji
Salah satu kesenangan jin adalah melakukan perbuatan keji, maka ia pun membisikkan ide-ide perbuatan keji ke dalam sanubari manusia. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya 

setan itu menyuruh perbuatan keji dan mungkar (Q.S. An-Nuur [24] : 21)
Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat kerusakan dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui (Q.S. Al-Baqarah [2] : 169)
Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya (Q.S. Al-A’raaf [7] : 20)

Maka kami memiliki pengalaman dalam beberapa kasus dimana orang yang tidak bisa berhenti dari perbuatan keji ternyata memang terdapat penyusupan jin di dalam tubuh dan otaknya.

a. Kelainan Sea.
Kami memiliki pengalaman seorang pemuda yang tidak bisa berhenti dari sex addicted (kecanduan sex) dan ternyata itu tidak terlepas dari penyusupan jin di dalam tubuhnya. Ia baru sembuh setelah dilakukan ruqyah selama bertahun-tahun. Hal ini tidak terjadi pada laki-laki, kami juga pernah menjumpai seorang wanita yang gemar melakukan zina ternyata belakangan baru diketahui bahwa hal itu disebabkan jin pengasih yang merekayasa sedemikian rupa hingga wanita itu memiliki magnet daya tarik bagi setiap lelaki yang melihatnya, sementara secara bersamaan jin lainnya yang berada di dalam rahimnya mendorong wanita itu untuk terdorong melakukan zina dengan setiap lelaki yang ditemuinya.

b. Perbuatan Keji Sebagai Syarat Mendapatkan Ilmu Ghaib
Telah masyhur di kalangan penuntut ilmu ghaib atau pencari ilmu kesaktian bahwa untuk memiliki ilmu ilmu ghaib itu disyaratkan melakukan hal-hal yang  keji. Kami pernah menjumpai seorang pemuda yang mencari ilmu kesaktian di Suku Dayak Kalimantan dan disyaratkan meminum darah, serta merusak kehormatan 125 orang wanita.

Semakin ajaib atau semakin tinggi kadar kesaktian yang dituntut, maka akan semakin keji perbuatan yang dijadikan syaratnya. Untuk ilmu tidak mempan dibacok mungkin syaratnya hanya puasa mutih 40 hari dan berendam di sungai selama 40 malam. Namun untuk ilmu meraga sukma atau menghilang disyaratkan memakan daging mayat atau membuang sobekan Al-Qur’an di dalam ruangan khusus yang berisi jamban / kakus. Hal ini sungguh terjadi. Misalnya seperti kasus Sumanto dimana untuk mencari ilmu kesaktian ia harus memakan sekian banyak mayat.

8.    Membangkitkan Angan Angan Kosong
Setan itu mengatakan ; “aku akan benar-benar mengambil dari hamba-hamba Engkau bagian yang sudah ditentukan (untuk saya). Aku benar-benar akan menyesatkan mereka dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka” (Q.S. An-Nisaa [4] : 118-119)
Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka (Q.S. An-Nisaa [4] : 118-120)

9.    Mengubah Ciptaan Allah
“.. dan akan menyuruh mereka (mengubah ciptaan Allah) dan benar-benar mereka akan mengubahnya” (Q.S. An-Nisaa [4] : 119)

Demikian pula ada kasus wanita yang selalu dibisiki dalam hatinya bahwa sesungguhnya dirinya adalah seorang laki-laki yang terjebak di dalam tubuh wanita. Atau seorang perias pengantin yang seorang bencong ternyata juga terdapat jin bencong di dalam tubuhnya. Ia baru bisa terbebas dari perasaan abnormal dalam dirinya setelah menjalani terapi ruqyah yang sangat melelahkan.

Perbuatan lesbian di antara kaum wanita adalah perzinaan”. (H.R. Ath-Thabrani)

Dalam beberapa kasus kami jumpai perbuatan lesbi dan homo tak terlepas dari pengaruh jin dalam diri manusia. Terbukti setelah beberapa kali diruqyah ia dapat disembuhkan dari orientasi sex yang abnormal
dalam dirinya

10.  Berfilsafat, Dialetika dan Beretorika Untuk Mengacaukan Pikiran
Setan juga membantu memasukkan gagasan dan ide-de serta pemikiran yang sesat kepada orang-orang munafiq, orientalis atau manusia-manusia yang menyimpan kedengkian terhadap Islam.
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (syaitan) kerjakan. (Q.S. Al-An’aam [6] : 112-113)

Maka melalui mulut-mulut dan corong kaum munafiq dan orientalis inilah setan jin dan setan manusia bermaksud membuat bingung orang-orang, dan melemahkan orang yang lemah iman dan menggoyahkan orang yang masih tipis pemahaman agamanya.

Seorang laki-laki daang kepada Ibnu Abbas r.a. lalu berkata : “Abu Ishaq berkata bahwa pada malam tadi telah turun wahyu kepadanya (Abu Ishaq)”. Lalu Ibnu Abbas berkata :  “Wahyu itu terbagi dua ada wahyu dari Allah dan ada wahyu dari syaithan, maka wahyu Allah turun kepada Muhammad Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam, sedangkan wahyu setan turun kepada para pengikutnya lalu beliau (Ibnu Abbas) membaca ayat : Wa innasysyaithoona layuu huuna ilaa auliya ihim (dan syaithan itu membisikkan kepada kawannya untuk membantah kamu (membantah apa yang dibawa oleh Muhammad) (Ibnu Katsir II/170)

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai (Q.S. At-Taubah [9] : 32)

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya (Q.S. Ash-Shaaf [61] : 8)

Maka jika memadai ilmu kita, balaslah logika sesat mereka dengan logika yang lebih baik. Bantahlah perkataan mereka dengan perkataan yang lebih baik.

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (Q.S. An Nahl [16] : 125)

Namun jika kita masih merasa lemah iman dan minim ilmu maka cara terbijak adalah diam dan meninggalkan majelis mereka.

Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau (Q.S. An-Aam [6] : 70)

Kuncilah lidah kecuali untuk segala hal yang baik. Dengan demikian kamu dapat mengalahkan setan. (H.R. Ath-Thabrani)

11.  Boros dan Menghilangkan Keberkahan Rezeki
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Israa’ [17] : 27)

12.  Membisikkan Sifat Tergesa-gesa Dan Tidak Cermat
Ketenangan (sabar dan berhati-hati) adalah dari Allah dan tergesa-gesa (terburu-buru) adalah dari setan. (H.R. Asy-Syihaab)

13.  Perselisihan dan Perseteruan
Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia (Q.S. Al-Israa’ [17] : 53)

Setan akan memancing kemarahan dan perselisihan untuk memecah belah manusia. Termasuk di dalam tubuh umat Islam, dalam tubuh jamaah Islam, dalam barisan umat Islam, maka perselisihan dan persaingan adalah senjata yang paling ampuh.

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu (Q.S. Al-Maa’idah [5] : 91)

Dua orang pemuda saling mencaci di hadapan Rasulullah saw. lalu mulailah mata salah seorang dari mereka memerah dan urat lehernya membesar. Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya aku tahu suatu kalimat yang apabila diucapkan, maka akan hilanglah kemarahan yang didapati yaitu “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”. (H.R. Muslim No.4725)

14.  Melalaikan Dari Allah
Salah satu modus setan yang paling umum adalah membuat sesuatu itu menjadi mengasyikkan sehingga kita menjadi lalai dari mengingat Allah. Apapun itu bentuknya bisa jadi musik, baca buku, internet, main game dll.
Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi. (Q.S. Al-Mujadilah [58] : 19)

Dan ingatlah pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua : “Wahai golongan jin, kamu telah banyak menyesatkan manusia”. Maka kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata : “Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan” (Q.S. 6:128)
Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin kebanyakan mereka beriman kepada jin itu “ (Q.S. Saba [34]:41)

Telah menceritakan kepadaku Hajjaj bin Asy Sya’ir telah menceritakan kepada kami Abdushshamad bin Abdulwarits telah menceritakan kepadaku ayahku telah menceritakan kepada kami Husain dari Qatadah dari Abdullah bin Ma’bad Az ZImmani dari Abdullah bin Utbah dari Abdullah bin Mas’ud: “Mereka itulah orang-orang yang selalu berdoa dan mencari kepada Rabb mereka wasilah.” (Al Israa`: 57) Ia berkata: Turun berkenaan dengan segolongan orang arab, mereka menyembah sekelompok jin lalu para jin itu masuk Islam sementara orang-orangnya tetap menyembah mereka tanpa mereka sadari. Kemudian turun ayat: “Mereka itulah orang-orang yang selalu berdoa dan mencari kepada Rabb mereka wasilah.” (Al Israa`: 57 (H.R. Muslim No. 5358)

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaithan” (Q.S. Al-Araf : 27).
Barangsiapa yang menjadikan syaithan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata” (Q.S. An-Nisaa : 119)

Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku?Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil” (Q.S. Al-Isra : 62)
“Sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala” (Q.S. Fathir : 6)

Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam” (Q.S. Al-Hasyr : 16)..

“Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah memerintahkan saya untuk mengajarkan kepada kalian apa yang kalian belum ketahui yang pada hari ini Allah baru saja mengajarkannya kepada saya. Allah berfirman: “Seluruh harta yang Aku karuniakan kepada hamba adalah halal. Aku menciptakan hamba-hambaKu semuanya suci, bersih dan lurus. Hanya saja, syaithan datang menggoda mereka. Syaithanlah yang memalingkan mereka dari agama mereka yang lurus, syaithan juga yang mengharamkan apa yang Aku halalkan kepada mereka. Mereka juga menganjurkan dan mengajak para hamba untuk menyekutukanKu dengan sesuatu yang Aku sendiri belum menurunkan ilmu kepadanya” (HR. Muslim)

“Rasulullah Saw bersabda: “Ingatlah, bahwasannya syaithan sudah putus asa untuk disembah dinegeri kalian ini. Akan tetapi kalian akan mentaatinya dalam perbuatan-perbuatan yang oleh kalian sendiri dipandang hina, dan syaithan akan meridhainya” (H.R. Tirmidzi dalam Shahih Sunannya)
Jabir berkata, Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya syaithan telah putus asa untuk disembah oleh orang-orang yang shalat di daerah Arab, akan tetapi (syaithan akan diikuti) dalam hal persaingan dan saling kasar di antar mereka” (H.R. Muslim)

Dari Saburah bin Abi Fakih bahwasannya ia mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya syaithan selalu duduk (menggoda) keturunan Adam di semua sisi dan jalannya. Ia duduk di jalan Islam sambil berkata: “Kamu masuk Islam dan meninggalkan agamamu, agama bapak dan nenek moyangmu, mengapa?” Lalu hamba itu tidak menghiraukannya dan ia tetap masuk Islam. Kemudian syaithan duduk di jalan hijrah sambil berkata: “Mengapa kamu berhijrah segala sementara kamu meninggalkan tanah air dan hartamu?” Hamba itu tidak mempedulikannya, dan ia pun tetap hijrah. Kemudian syaithan duduk di jalan jihad sambil berakata: “Mengapa kamu hendak berjihad segala, padahal dengan demikian kamu akan mengorbankan harta dan nyawa allau kamu akan terbunuh. Mendingan kamu menikah dengan seorang wanita, lalu berbagi harta dengannya?” Hamba tadi tidak memperdulikannya, da ia pun tetap berjihad. Rasulullah bersabda kembali: “Barangsiapa yang melakukan hal demikian, maka Allah berhak untuk memasukkannya ke dalam surga. Barang siapa yang terbunuh (dalam medan perang) atau tenggelam,maka Allah berhak untuk memasukkannya ke dalam surga” (H.R. Nasai)

sumber : http://misterighaib.wordpress.com/2012/10/17/perangkap-setan/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar