Laman

Kamis, 25 Juli 2013

Perempuan Non-Muslim pun menjadi Korban Islamofobia karena mengenakan Jilbab

Dennis Queen tak menyangka jilbab yang dikenakannya justru memicu serangan rasis. Padahal, ia bukanlah Muslim, namun sengaja mengenakan jilbab guna menghindari alergi matahari.

“Orang-orang langsung menganggap aku muslimah . Saya tidak keberatan dengan anggapan itu tapi aku mendapatkan komentar-komentar rasis yang menjijikkan,” kata Queen kepada surat kabar Express.

"Aku bukan Muslim, tapi aku merasa komentar rasis itu sangat mengganggu. Aku dibilang pengkhianatlah, aku jadi bisa memahami apa yang umat Islam rasakan soal ini," ungkap dia seperti dikutip The Express, Kamis (18/7).




Ibu dari empat anak ini menderita Polymorphic Light Eruption (PMLE), yakni sebuah penyakit di mana kulitnya menjadi ruam ketika tersengat matahari. Untuk menghindari hal itu, Queen mengenakan topi dan krim matahari. Tapi, itu tidak mencegahnya terkena ruam.

“Ketika saya pertama kali mencoba menerapkan krim alergi sinar matahari atau mengenakan topi matahari, tetap semua itu tidak berdampak dan menolong,” kata Queen.

“Ruam selalu keluar di tubuhku dan akhirnya aku menghindari keluar rumah.”

Setelah mencari pakaian untuk menutupi seluruh tubuhnya, Dennis Queen menyadari pakaian Islam adalah solusi ideal.

Memutuskan untuk memakai busana Muslimah, akhirnya Queens mampu hidup normal lagi dan bisa keluar rumah.

“Burka adalah satu-satunya yang memberikan perlindungan nyata dari matahari dan saya sebenarnya sangat menikmati memakainya sekarang,” katanya.

Terpikir olehnya mengenakan pakaian serba tertutup, dalam hal ini pakaian tradisional Muslim, yakni jilbab. "Aku merasa tidak ingin keluar, tapi ada temanku seorang Muslim yang mendukungku mengenakannya. Ini membuat saya berani memakainya," kenang dia.




Setelah memakai jilbab, Queen dikejutkan dengan sikap sebagian masyarakat Inggris. Di mata Queen, ada begitu banyak kebencian ketika sebagian masyarakat Inggris melihat jilbab. "Aku sebenarnya tidak peduli dengan rasis. Tapi, aku membayangkan bagaimana Muslimah merasakan serangan itu setiap hari," kata dia.

Sejak kejadian itu, Queen mulai memberikan sumbangsih terhadap ketidakadilan yang dialami Muslimah. Karena itu, ia mengajak perempuan Inggris untuk mengikuti apa yang dilakukan, utamanya kepada mereka yang berpenyakit serupa.





“Saya tidak merasa akan menjadi kurang menarik atau kurang feminin ketika aku memakai burka.”

Ibu Inggris ini berharap kisahnya akan menginspirasi orang lain untuk mengambil keputusan yang sama dan menutupi tubuh.

“Saya hanya bisa berharap bahwa orang mungkin membaca ini dan mengambil keputusan yang sama seperti yang saya miliki. Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang pada pakaian khusus atau obat-obatan terbaru.

“Anda hanya perlu mengambil langkah-langkah praktis untuk menutupi tubuh anda .” Tutupnya.



sumber :
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/07/18/mq47uk-kenakan-jilbab-perempuan-nonmuslim-jadi-korban-islamofobia
http://www.arrahmah.com/news/2013/07/20/wanita-non-muslim-pakai-jilbab-mengaku-merasa-terlindungi-dan-mendapat-komentar-rasis.html
http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/wanita-inggris-non-muslim-busana-muslimah-timbulkan-percaya-diri.htm#.UfBaq6zGsSk

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar