Laman

Minggu, 21 Juli 2013

Beladiri Untuk Wanita


Dunia bisa jadi tempat yang menakutkan bagi wanita. Beberapa tindak kejahatan tak jarang menjadikan wanita menjadi korban. Untuk itu, tak ada salahnya jika wanita mempelajari ilmu bela diri untuk melindungi diri mereka.

Bela diri, mungkin identik dengan kaum pria, sehingga ada yang beranggapan bahwa bela diri itu keras dan tidak cocok bagi kaum wanita. Sehingga sedikit sekali wanita yang mau mempelajari bela diri, padahal jika kita lihat dari manfaatnya bela diri pun  penting bagi wanita. Mengapa ?, karena sebagian besar tindak kejahatan yang terjadi itu lebih menjadikan wanita sasaran yang empuk dan mudah. Karena wanita cenderung dianggap lemah dan tidak akan terlalu melawan.

Belum lagi tindakan pelecehan seksual terhadap wanita yang terjadi seperti di angkutan umum contohnya, atau di tempat-tempat lain yang memungkinkan hal itu terjadi. 
Apa jadinya jika wanita harus dihadapkan pada situasi seperti itu ?, 
bayangkan jika wanita tersebut tidak bisa bela diri. 
Apakah ia akan melawan ?, 
mungkin sulit jika ia ingin melawan, walaupun melawan mungkin hanya bisa berteriak atau pun berlari saja. Karena jika berkelahi mungkin akan sulit baginya. 
Lalu bandingkan dengan wanita yang bisa atau menguasai suatu bela diri tertentu, dan dihadapkan dengan situasi yang sama. Apa jadinya ?, 
mungkin akan lain ceritanya dengan wanita yang tidak menguasai suatu bela diri tertentu yang dihadapkan dengan situasi yang sama.

Apakah yang membuat wanita sedikit sekali untuk belajar bela diri ?, apakah mungkin karena ada anggapan bahwa bela diri itu keras dan tidak cocok bagi wanita, dan akan merubah sifat wanita yang tadinya lemah-lembut menjadi mudah marah dan kasar ?. tapi jika kita melihat akan manfaatnya, bela diri itu sangat bermanfaat dan penting bagi wanita mau pun pria. Tidak sedikit wanita yang bisa atau menguasai bela diri tertentu, tapi tidak merubah perangai mereka. Tetap saja mereka ramah dan lemah-lembut. Selain untuk menjaga diri, bela diri pun bermanfaat bagi kesehatan juga membentuk pribadi yang kuat, jadi kenapa tidak untuk wanita bisa bela diri ?

Sebagai satu cara buat mempertahankan diri, banyak orang mencoba belajar seni dan olahraga bela diri. Meskipun kesannya galak dan maskulin, tapi banyak juga cewek yang ikutan bela diri. Seni bela diri banyak banget macamnya dan ada di berbagai tempat di dunia ini. Nah, buat yang pengin belajar, coba kenalan dengan beberapa di antaranya yuk!


Muay Thai
Muay Thai atau Tinju Thai adalah bela diri dari Kerajaan Thai (Thailand) sejak dua ribu tahun yang lalu. Awalnya sempat disebut 'dhoi muay' atau hanya 'muay', yang kemudian menjadi sebuah olahraga di mana dua lawan bertempur di depan penonton sebagai hiburan. Lalu secara bertahap, 'muay' menjadi cara untuk melindungi raja dan negara sampai akhirnya jadi salah satu seni bela diri seperti sekarang ini. Tekniknya banyak menggunakan pukulan, tendangan, siku dan serangan lutut.  

Meningkatkan kekuatan fisik, stabilitas, kedisiplinan, kepercayaan diri, kesigapan tubuh dan koordinasi. Kalau dilakukan secara teratur, selain menurunkan tingkat stress dan menurunkan berat badan, Muay Thai juga meningkatkan kesabaran dan kendali diri.

Karate
Karate berasal dari Jepang. Seni atau olahraga bela diri ini awalnya disebut 'tote'  lalu berubah jadi 'karate' yang artinya tangan kosong. Karate berfokus pada membangun kekuatan dan ketahanan. Latihan dasar karate terbagi jadi tiga, yaitu: teknik dasar (memukul, menendang dan menangkis), latihan jurus dan latihan tanding atau sparring. Dan memerlukan gerakan seluruh tubuh ke semua arah.

Manfaat secara fisik: menormalkan tekanan darah, menurunkan kolesterol, mengencangkan dan menyegarkan tubuh, membakar lemak, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan koordinasi otot-otot tubuh, keseimbangan. Sedangkan secara emosional, manfaat karate adalah meningkatkan kedisiplinan, ketenangan, kecepatan mengambil keputusan dan latihan fokus.

Taekwondo
Taekwondo adalah olah raga bela diri dari Korea yang paling populer dan menjadi olah raga nasional. Bela diri ini berfokus pada gerakan tangan dan kaki. Pada umumnya menekankan tendangan, pukulan dan pertahanan tangan. Selain untuk bela diri olahraga bela diri ini juga dilombakan di Olimpiade.
Meski begitu, Tae Kwon Do memiliki beberapa teknik penting untuk mempertahankan diri. Ilmu bela diri ini cocok untuk wanita karena lebih fokus pada menendang. Pria memiliki kekuatan tubuh bagian atas yang lebih besar dibanding wanita, dan ini bisa membuat wanita lebih rentan kalah jika bertarung dengan pria. Dengan teknik tendangan Tae Kwon Do, wanita bisa mengalahkan kekuatan pria. Membuang kolesterol jahat dalam tubuh, menstabilkan tekanan darah, menurunkan berat badan, mengencangkan otot dan membuat tubuh jadi kencang, meningkatkan stamina dan meningkatkan mood.


Pencak Silat
Bela diri ini berakar dari budaya Melayu dan dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei dan Singapura. Tapi ditemukan juga berbagai variasi di Filipina Selatan dan Thailand Selatan.  Ketika seorang pesilat bertarung, sikap dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berkelanjutan. Segera setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang cepat. Teknik bertahan dan menyerang dalam silat menggunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki. Menumbuhkan rasa jujur  dan welas asih, bikin pede, bikin pendengaran dan penglihatan lebih peka, menambah kesehatan jantung dan paru-paru, melatih pernapasan dan meningkatkan pengendalian diri.

Capoeira
Capoeira  dikembangkan para budak Afrika yang dibawa oleh orang-orang Portugis ke Brazil tahun 1500-an. Gerakannya menyerupai tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertandingan capoeira diiringi oleh musik dan disebut Jogo. Dulu para budak berlatih capoeira dengan sengaja diiringi musik supaya dikira hanya aktivitas senang-senang berpesta biasa oleh majikan mereka. Sekarang Capoeira dianggap sebagai olahraga nasional Brazil. Mengenalkan kita pada musik, tarian dan salah satu filosofi kebudayaan Amerika latin. Selain itu, olah raga ini membantu membentuk tubuh lebih menarik, melancarkan peredaran darah, menguatkan otot dan tulang, membakar lemak dan kalori, menurunkan resiko obesitas dan tekanan darah tinggi, bikin awet muda, meningkatkan kemampuan otak, meningkatkan memori,meningkatkan kreativitas,  menjernihkan pikiran dan menimbulkan rasa bahagia.

Aikido
Aikido adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Kebanyakan seni bela diri biasanya mengajarkan kekerasan untuk mempertahankan diri. Namun Aikido mengajarkan kemampuan untuk membalikkan kekuatan lawan dan menggunakannya untuk melumpuhkan mereka.

Seni bela diri ini bermanfaat bagi wanita karena tak mengharuskan wanita lebih kuat dari pria atau orang lain yang menyerangnya. Aikido mengajarkan banyak teknik yang membuat wanita bisa menghadapi atau bahkan lolos dari serangan.
 

Brazilian Jiu Jitsu
Teknik bergulat yang ditawarkan oleh seni bela diri ini bisa bermanfaat bagi wanita. Kekerasan seksual serta penyerangan biasanya terjadi di darat dan wanita seringkali jatuh ke tanah. Brazilian Jiu Jitsu yang sangat cocok digunakan untuk pertempuran darat akan sangat membantu wanita untuk mempertahankan diri dalam keadaan terjepit atau terjatuh.
 

Jeet Kune Do
Jeet Kune Do didirikan oleh seniman bela diri terkenal Bruce Lee. Keinginan Bruce Lee adalah membuat bela diri terbaik yang paling efektif dan memadukannya menjadi satu sistem pertempuran. Jeet Kune Do mengajarkan siswanya untuk menghadapi serangan dengan cara yang paling efisien. Mereka diajarkan untuk mencapai target terdekat dengan senjata terdekat yang mereka miliki.

Mencolok mata penyerang adalah salah satu cara yang diajarkan oleh Jeet Kune Do. Seni bela diri ini baik dipelajari wanita karena bisa mengajarkan wanita cara menghindari situasi berbahaya secepat mungkin sebelum keadaan semakin memburuk.

Itulah lima seni bela diri yang bisa dipelajari oleh wanita untuk mempertahankan dirinya. Wanita bisa memilih seni bela diri yang cocok untuk dirinya dan tubuhnya agar bisa mempertahankan diri mereka sendiri saat bahaya datang.  


 

1 komentar: