Laman

Minggu, 14 Juli 2013

Arti Teman, Arti Sahabat


 

 arti sahabat
Arti Sahabat adalah segalanya.
Sahabat adalah orang ketiga dari orang tua dan guru di sekolah.
Terkadang di saat kita butuh seorang sahabat,ia selalu ada buat kita.
Tidak semua sahabat kita itu saling ada buat sahabat-sahabatnya yang lain.
Terkadang dengan kesibukan mereka masing-masing mereka tidak selalu ada buat kita.
Jadi kita harus saling ngerti satu sama lain.


Sahabat Yang baik adalah mereka yang mengisi kekuranganmu bukan mengisi kekosonganmu(Kahlil Gibran) Seorang sahabat adalah Kado yang anda berikan kepada diri anda sendiri.
Sifat-Sifat Seorang Sahabat :
Jika Engkau membuat bakti kepadanya,ia akan melindungimu.
Jika Engkau rapatkan persahabatan dengannya,ia akan membalas baik persahabatanmu itu.
Jika Engkau Memerlukan Pertolongan daripadanya berupa uang dan sebagainya,ia akan membantumu.
Jika Engkau menhulurkan sesuatu kebaikan kepadanya,ia akan menerima dengan baik.
Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik darimu,ia akan menutupnya.
Jika Engkau meminta suatu bantuan daripadanya ia akan mengusahakannya.
Jika Engkau berdiam diri(karena malu hendak meminta),ia akan menanya kesusahanmu.
Jika Engkau berkata kepadanya,ia akan membenarkannya.
Jika Engkau meraqncang sesuatu,ia akan membantumu.
Jika Engkau berselisih faham,Niscaya ia lebih senang mengalah untuk kepentingan persahabatan




Menjalin persahabatan dengan lawan jenis memang sah-sah saja. Bahkan tak sedikit wanita yang lebih memilih kaum pria sebagai tempat curhat ketimbang rekan-rekan wanita yang dinilainya lebih suka "bergosip ria" atau tidak bisa dipercaya. Begitu juga sebaliknya, tak sedikit pria yang lebih memilih bersahabat dengan rekan wanita, yang salah satu alasanya mungkin untuk bisa mendapatkan pandangan lain dari sudut lawan jenis.


Namun, terlepas dari apapun alasan nya, tak jarang persahabatan seperti ini dinilai lain oleh masyarakat. Karena saking dekatanya dan kerap kali bertemu, tak jarang pasangan sahabat ini dikira pasangan yang tengah dimabuk asmara. Tapi bagaimana bila penilaian ini terlontar pada persahabatan di mana keduanya sudah mempunyai pacar atau pasangan hidup resmi, istri atau suami? Kalo hal ini terjadi salah2 bisa memacu konflik besar yang akan mengarah pada perceraian.
Tidak ada yang bisa menyangkal, terkadang persahabatan seseorang bisa membuat iri banyak orang. Bayangkan dia sepertinya punya tempat yang akan dengan setia menjga dan menampungnya. Persahabatan itu sendiri dibangun dari saling kepercayaan yang tinggi dan saling mengerti tanpa harus dibicarakan atau diutarakan terlebih dahulu. Tak hanya itu selain menjadi tempat berkeluh kesah dan adu argumentasi, sahabat adalah orang yang bisa paling jujur di dunia untuk mengomentari segala hal tentang anda meski akan menyakitkan anda sekalipun.


Namun, tampaknya persahabatan yang Anda bangun ini akan menjadi ancaman bila pacar atau pasangan resmi sahabat Anda kurang mengerti dengan bentuk persahabatan yang Anda bina. Salah2 karena Anda kerap kali meminta saran untuk segala kegiatan hidupnya, mulai karier hingga keluarganya, Anda akan dikira memasuki teritorial orang lain. Dalam arti, pasangan resmi sahabat Anda mungkin saja akan merasa menjadi orang nomor dua dalam hidup pasangannya dan tidak menerimanya.


Satu hal lagi yang akan semakun membuat keadaan parah adalah bisa2 sahabat anda cenderung mengeksekusi sesuatu hal berdasarkan gagasan Anda. "Jangan2 istriku itu berselingkuh dengan sahabatnya", pikiran tersebut mungkin saja akan terlontar pada benak pasangan resmi sahabat Anda.
Bila dilihat, persahabatan yang Anda bangun ini bukan waktu yang singkat. Anda sudah mengenalnya jauh hari sebelum sahabat Anda mengenal dan bahkan menikah dengan pria/wanita pujaannya. Namun itulah realitas hidup. Jalinan persahabatan yang "beda" pun sebenarnya sudah bisa ditangkap dengan kasat mata. Yakni jika seseorang "punya hati" terhadap sahabatnya maka bisa dibaca lewat gerak geriknya, cara memandang, pemilihan kata-kata bahkan kadang sikap salah tingkah, sedikit banyak menunjukkan bahwa dia berharap banyak dari sekedar persahabatan.
So’ gimana cara untuk menjaga persahabatan dengan lawan jenis ini agar tidak mengarah pada perselingkuhan dan tetap bisa berlansung lama? Simak yukk ..

Yang pasti, sejak awal luruskan niat terlebih dahulu. Pasalnya persahabatan yang dimulai dengan niat yang tidak benar bisa saja mengarah pada perselingkuhan. Awali persahabatan dengan sungguh2 karena ada kesamaan sifat, pandangan, hobi, selera dsb. Bukan karena tujuan ingin menjadikan sebagai pacar setelah merebut simpatinya.
Harus ada trust. Apapun yang diceritakan sahabat karena dia menganggap Anda bagia dari hidupnya. Mengkhianati kepercayaan nya berarti Anda sudah bosan dengan pertemanan itu dan bersiap mencari musuh.
Tetap profesional bila bersahabat dengan rekan kantor. Dan persahabatan yang baik adalah persahabatan yang tidak bakal mengorek "isi perut" Anda.
Menjaga privasi masing2. Jangan intervensi dlm masalah sahabat
Kenali pasangan masing2 dan tekankan bahwa tidak semua hal bisa diceritakan kepada sahabat
Jangan posesif.
Keterusterangan itu kadang menyakitkan.
Berpikir dan bertindak positif. Jika mengobrol tentang suatu hal, arahnya bukan mencela, tapi mendiskusikan, dengan begitu seseorang dapat membangkitkan rasa percaya diri sahabatnya. Di dunia ini, semua orang pasti butuh sahabat. Walaupun orang jahat yang paling jahat sekalipun, dia pasti juga butuh sahabat.

 
Dalam perjalanan menuju sukses,kita perlu sahabat yang benar-benar tulus membantu serta membimbing kita.Melalui mereka,kita akan mendapat kekuatan dan tidak mudah bimbang ketika menghadapi halangan ata musibah karena sahabat sentiasa berdiri di samping kita,Memberikan dukungan dan doa agar kita boleh melewati masa-masa sulit yang pasti akan terjadi dalam hidup kita.


Masalahnya apakah kita memiliki sahabat sejati,yang tetap berada di sisi kita saat kesulitan singgah dalam hidup kita?Pengalaman kita memperlihatkan banyak orang mengaku sahabat kita.Saat kita berada dipuncak kesuksessan dan banyak wang mereka selalu ada di sekeliling kita mendampingi kita seolah-olah bodyguard yang siap melindungi kita dari bencana.Akan tetapi ketika kita dirundung masalah yang berat dan keadaan kewangan kita buruk,mereka tidak menampakkan batang hidungnya dihubungi untuk dimintai pertolongan pun sering sulit.


Kisah di bawah ini membantu kita membezakan mana sahabat sejati dan mana orang yang hanya teman belaka.
 

Dalam kisah 1001 malam,diceritakan mengenai seorang yang mempunyai 2 1/2 orang sahabat.Di sebuah negara Antah Berantah,tinggallah seorang saudagar arab yang kaya-raya bernama Zainal Abidin.Beliau tinggal bersama seorang anaknya yang di asuh dengan penuh kasih sayang.Sewaktu anak ini telah menganjak remaja,dia menjadi pemuda yang gagah dan tinggi budi pekertinya.


Suatu hari,Zainal Abidin memanggil anaknya lalu berkata," Dalam hidup ini,selain harta benda yang kita miliki sekarang ini,kita juga perlu mempunyai sahabat-sahabat yang setia dan selalu bersedia membantu kita apabila kita memerlukan bantuan mereka.Anaku,ambillah wang ini dan carilah sahabat-sahabat seperti yang ayah katakan,"
 

Berbekalkan wang itu,anaknya pergi keluar kota dan mencari sahabat-sahabat seperti yang dikatakan oleh ayahnya.Setelah bertemu dengan beberapa orang yang dijadikan sahabat-sahabatnya dia pun pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah.ayahnya bertanya."Sudah sekian lama kamu meninggalkan rumah ini untuk mencari sahabat tolong katakan kepada ayah,berapa orang sahabatmu sekarang?"


" Ayah,sejak meninggalkan rumah ini aku telah bertemu dengan 50 orang yang bisa aku jadikan sahabat dan benar-benar tulus bersahabat denganku.."


"Bagus anakku,walaupun ayah telah hidup lebih dari 60 tahun,tetapi ayah hanya mempunyai 2 1/2 orang sahabat saja dan sesungguhnya kamu lebih hebat dari ayah.Bisakah kamu mengundang para sahabatmu ke rumah kita kerna ayah ingin mengadakan acara kesyukuran minggu depan."


Setelah itu si ayah meninggalkanya untuk membuat acara kesyukuran.Pada hari yang ditentukan,Berkumllah 50 orang sahabat anaknya di rumah dan setelah selesai makan berkatalah Zainal Abidin"Wahai sahabat anakku,Aku amat berbesar hati kerna kalian semua sudi datang ke rumah ini dan tujuanku mengundang kalian semua adalah karena aku ingin minta pendapat kalian sehubungan dengan musibah yang menimpa anakku ini.Anakku telah dituduh berselingkuh dengan puteri raja dan kalian tahu anakku tidak melakukan perbuatan terkutuk itu tetapi raja tidak mempercayainya.Besok pagi tentera raja akan datang ke rumah ini dan menangkap anakku.
 
“Maaf, Pak.Kami sangat takut berurusan denagn raja dan kami tidak dapat berbuat apa-apa.Sekiranya bukan raja,kami pasti akan berpihak pada sahabat kami ini.
 

Tiba-tiba salah seorang dari mereka berkata “ Aku akan menemani sahabatku ini,apapun terjadi.Sekiranya tentera raja datang menangkapnya,aku akan ikut bersama dia mengadap raja dan meminta belas kasihan raja agar kesalahannya diampuni.Sekiranya tidak mendapat pengampunan,aku siap mempertaruhkan nyawaku untuk menentang perintah raja!”


Setelah para sahabat pulang ke rumah masing-masing,Zainal Abidin berkata kepada anaknya” Kamu sesungguhnya mempunyai seorang sahabat dan yang lain-lain hanyalah teman-temanmu belaka.Seorang sahabat akan sanggup bersama kita dalam saat kita senang ataupun susah.Besok aku akan memanggil 21/2 orang sahabatku dan aku akan mengenalkannya kepadamu.”


Keesokkan harinya,Zainal Abidin pun memanggil tiga orang temannya untuk datang ke rumah.Dia menanyakan kabar da kesibukkan masing-masing.Tiba-tiba berkatalah Zainal Abidin,”Sahabat-sahabatku,sebenarnya tujuan aku memanggil kalian adalah karena aku ingin meminta pendapat kalian berkenaan musibah yang melanda anakku.Dia dituduh berselingkuh dengan anak raja dan esok tentera raja akan datang menangkap anakku untuk dijatuhi hukuman mati.Kalian semua tahu bahawa anakku sungguh tidak melakukan perbuatan hina tersebut dan itu cuma fitnah belaka.”
 

Berkatalah seorang dari mereka” Begini saja.Sebelum tentera raja datang aku akan mengadap raja dan menawarkan seluruh hartaku untuk menggantikan nyawa anakmu”
 

Seorang yang lain berkata” Aku akan meminta raja mengambil nyawaku sebagai ganti nyawa anakmu karena akusudah tua dan puas menikmati hidup ini.Biarlah anakmu masih muda terus hidup untuk menikmati hari-hari mendatang..”
 

Sahabat yang ketiga angkat bicara” Saranku adalah aku akan menemui raja dan menawarkan seluruh hartaku.Sekiranya raja tidak mahu,aku akan menyakinkannya agar beliau mengambil nyawaku sebagai ganti nyawa anakmu..”
 

Setelah itu mereka berpelukan untuk pulang kerumah masing-masing dan meminta Zainal Abidin memberi kabar selanjutnya mengenai perkara ini.

 
Kemudian Zainal Abidin berkata kepada anaknya,” Kamu lihat anakku,kenapa aku mengatakan aku hanya mempunyai 2 ½ orang sahabat kerana yang seorang hanya sanggup mengorbankan hartanya dan bagiku dia adalah ½ sahabat.Seorang lagi sanggup mengorbankan nyawanya dan yang terakhir sanggup memberikan hartanya dan nyawa sebagai tanda persahabatan kami.Ini semata-mata ketulusan dalam bersahabat.”


Makna dan Arti Sahabat, :)
 

Seorang teman sejati adalah seseorang yang mengajarkan kita sesuatu yang berharga, dari siapa kita bisa belajar berbagai hal tentang cinta dan kehidupan. Dalam kata-kata Albert Schweitzer, "Dalam kehidupan semua orang, pada suatu saat, api batin kita padam. Kemudian meledak menjadi api oleh perjumpaan dengan manusia lain. Kita semua harus bersyukur untuk orang-orang yang mengobarkan semangat batin."
 

Seorang teman sejati adalah orang yang menerima kita dengan cara kita. Di depan siapa kita bisa membuat bodoh dari diri kita sendiri dan dapat berbicara sesuatu di bawah matahari. Sebagai Dinah Craik menempatkan dalam buku berjudul, "A Life untuk Kehidupan", "Tapi oh berkat itu adalah untuk memiliki teman kepada siapa seseorang dapat berbicara tanpa rasa takut pada subjek apapun,! Dengan siapa kita yang terdalam serta satu yang paling bodoh pikiran keluar sederhana dan aman Oh, kenyamanan - kenyamanan yang tak terkatakan perasaan aman dengan seseorang - yang memiliki tidak mempertimbangkan pikiran atau kata-kata ukuran, tapi menuangkan mereka semua keluar, hanya karena mereka adalah, sekam dan biji-bijian bersama-sama,. tertentu yang tangan yang setia akan mengambil dan menyaring mereka, terus apa yang layak disimpan, dan kemudian dengan nafas kebaikan pukulan sisanya pergi. "
 

Bagi sebagian orang persahabatan adalah semua tentang ikatan dan persahabatan, dan seorang teman seseorang yang mereka dapat berbicara dengan dan berbagi pikiran dan perasaan mereka. Sebagai kutipan persahabatan oleh Virginia Woolf menempatkan seluruh, "Beberapa orang pergi ke imam, orang lain untuk puisi, saya kepada teman saya."
 

Seorang teman adalah seseorang, yang memberikan kontribusi untuk pertumbuhan kami sebagai individu, seseorang yang tidak pernah mendapat di jalan, kecuali untuk memotivasi kita untuk berbuat lebih baik dalam hidup, seseorang yang memberi kita ruang. Dalam kata-kata Elisabeth Foley, "Penemuan paling indah teman sejati membuat adalah bahwa mereka dapat tumbuh secara terpisah tanpa tumbuh terpisah."
 

Arti persahabatan bagi anak-anak mungkin sedikit berbeda. Mereka mungkin merasa bahwa jika mereka bersosialisasi dengan seseorang sehari-hari, dia ada teman sejati. Itulah mengapa sampai orang dewasa untuk memberitahu anak-anak bahwa teman sejati adalah seseorang yang tidak pernah akan pernah berpikir untuk menyakiti temannya. Dan persahabatan yang adalah semua tentang cinta, perhatian, tingkat kenyamanan dan keamanan emosional. "Persahabatan adalah pohon berlindung."
 

Tanda dari seorang sahabat sejati adalah bahwa ia tidak pernah hakim, ia hanya menerima. Seorang teman sejati adalah seseorang yang mencintai tidak terlepas dari kelemahan seseorang, tetapi dengan semua kekurangan seseorang. "Teman adalah orang yang tahu semua tentang Anda, dan masih menyukaimu."
 

Seorang teman sejati adalah seseorang yang memberikan cek realitas setiap sekarang dan kemudian. Seseorang yang membuat kaki kami tegas di tanah, seseorang yang memberitahu kita ketika kita akan salah. Menurut Peribahasa Sisilia terkenal, "Hanya teman sejati Anda akan memberitahu Anda ketika wajah Anda kotor." Baca lebih lanjut tentang apa yang membuat teman baik.
 

Sebuah pemahaman menyeluruh sama lain, rasa hormat dan kepercayaan, cinta dan kenyamanan - semua merupakan arti sebenarnya dari persahabatan. Jadi, membuat teman sebanyak yang Anda bisa dan menjadi teman yang baik untuk semua yang Anda temui. "Teman adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda miliki, dan salah satu hal terbaik yang dapat."

 
Kata Mutiara Sahabat, :)
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.
 

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
 

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…
 

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
 

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur – disakiti, diperhatikan – dikecewakan, didengar – diabaikan, dibantu – ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
 

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
 

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
 

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
 

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
 

Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kamu ?? Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama kamu saat kamu tak bisa memberikan apa-apa ??
 

MEREKALAH SAHABATMU

Hargai dan peliharalah selalu persahabatanmu 





Sebuah cerita dewasa, tentang persahabatan
bila anda belum meraasa dewasa, jangan coba membacanya, :D





Cerita ini berdasarkan pada fakta (pengalaman nyata) yang kualami dalam kehidupanku selama ini dan ingin aku berbagi cerita kepada para pembaca Rumah Seks. Namaku Susi, umurku sekarang (pada saat cerita ini diketik) 23 tahun. Aku seorang wanita yang kadang orang menggolongkan usiaku pada golongan ABG (anak baru gede), karena dari dandananku dan cara berperilaku yang seperti itu. Suka atau tidak suka ya memang seperti itulah gayaku semenjak tinggal di Ibukota ini.

Aku tinggal di rumah pamanku berdua dengan kakakku. Kakakku sudah bekerja dan aku ke Jakarta ini bermaksud melanjutkan pendidikan. Namun karena biaya yang tidak mencukupi, maka aku hanya dapat sampai pada tahap kursus-kursus bahasa dan komputer. Yang kupikirkan waktu itu adalah cepat selesai kursus dan cepat cari kerja, dapat uang dan mengembalikan biaya yang telah kupakai kepada orangtua guna membiayai adik-adik yang lain.

Selama menjalani kursus aku berteman akrab dengan seorang teman wanita yang boleh dibilang kami bersahabat. Namanya Vera. Aku berteman akrab dengan dia, semua keluh kesahnya dengan pacar dan keluarganya diceritakan kepadaku. Sampai pada suatu hari aku diajaknya untuk datang ke rumahnya di kawasan jatibening.

Tiba di sana aku cukup kaget juga, ternyata Vera itu adalah orang kaya. Dia punya mobil 3 dan rumah yang cukup besar, tentunya itu adalah milik orangtuanya. Sampai di dalam rumah aku langsung terpesona dengan seorang anak kecil (balita) yang sedang bermain di lantai rumahnya. Aku langsung teringat dengan adikku yang ada di kampung walaupun adikku kini sudah tidak balita lagi. Aku langsung saja menggendongnya dan ternyata anak itu pun mau kugendong serta terlihat cukup mau berteman denganku.

Aku bermain di rumah kawanku itu sampai sore. Dan hari-hari berikutnya aku selalu pulang ke rumah temanku itu dulu untuk bermain bersama dengan si kecil yang ternyata adalah anak dari kakaknya Vera yang bernama Iwan.

Selang beberapa waktu, pada suatu hari aku tengah asyik bermain dengan si kecil Dodi. Hari sudah menunjukan jam 4 sore. Vera minta izin untuk pergi mandi dan aku berdua dengan Dodi. Tidak lama terdengar pintu ruang tamu terbuka dan ternyata yang datang adalah bapaknya Dodi yaitu Iwan yang baru pulang dari kerja. Aku pun dipanggilnya untuk duduk di ruang tamu. Dia ingin berbicara (curhat) soal keadaan dirinya.

Hampir satu jam dia curhat kepadaku yang sambil mengasuh anaknya. Hingga akhirnya dia mengajakku untuk pergi berdua dengan alasan mencari angin. Namun aku menolak dengan alasan hari sudah sore dan aku ingin pulang, tetapi dia tetap mengajakku untuk jalan sebentar cari angin. Aku sudah kehilangan akal untuk menolak dan aku katakan ini pada Vera. Vera pun menyarankan untuk ikut saja bersama kakaknya karena dia (kakaknya) akan sekalian mengantarku pulang. Akhirnya aku menurut saja.

Tepat jam 17.30 aku pergi meninggalkan rumah vera mengendarai kijang yang dikemudikan oleh Iwan. Sepanjang perjalanan aku hanya diam mendengarkan ceritanya yang ternyata mempunyai istri yang terganggu kesehatan jiwanya, dan itulah yang menyebabkan Dodi harus diungsikan ke rumah orangtuanya itu. Sementara dia dan istrinya tinggal di sebuah apartment di kawasan Simpruk.

Hari mulai gelap dan kulihat di jam tanganku sudah menunjukkan pukul 18:30. Jalanan nampak macet sehingga mobil kami berjalan perlahan-lahan. Selang beberapa waktu kulihat lagi jam tanganku sudah menunjukkan pukul 19:00 dan ternyata mobil bergerak menuju ke sebuah plaza. Sesampai di sana aku diajaknya untuk makan malam di salah satu restoran cepat saji. Kami tidak lama disana, kurang lebih setengah jam. Lalu aku minta untuk diantarkan pulang dan kebetulan rumahku pun tidak jauh dari kawasan Bintaro tersebut. Namun rupanya mobil bergerak ke arah lain (tempat sepi). Jam sudah menunjukkan pukul 20.15 dan kawasan tersebut relatif sepi. Tidak lama mobil pun menepi lalu berhenti.

"Sudah sejak lama aku memendam rasa cinta kepadamu. Pertama kali aku lihat engkau waktu itu, aku langsung jatuh cinta. Namun aku tak sanggup mengatakannya karena takut apabila kamu nanti marah dan menyampaikkanya pada Adik atau Mamaku." katanya setelah menepikan mobilnya.
"Maaf, saya selama ini memandang Kak Iwan hanya sebagai seorang Kakak, tidak lebih dan tidak kurang. Karena Vera adalah teman baikku, sahabatku. Kalau Kak Iwan menghendaki yang lebih dari itu, maka aku tidak bisa." jawabku langsung.

"Jadi selama ini perhatian yang telah kuberikan kepadamu hanya kau anggap seperti itu..? Semua pemberianku hanya kamu anggap sebagai seorang Kakak.., oh tega nian kamu..!"
"Loh jadi selama ini Kakak menganggap dengan memberiku perhatian dan macam-macam lalu aku mau menjadi pacar atau kekasih Kakak..? Begitu..?"
"Iya donk. Mana mungkin aku memberikan macam-macam tanpa ada perasaan terhadap dirimu."
"Sekali lagi maaf, aku tidak bisa menganggap Kak Iwan lebih dari itu. Dan sekarang aku mau pulang karena hari sudah malam, pasti keluargaku sedang mencari-cari."

Lalu dengan tiba-tiba pintu mobil dikuncinya, sehingga tidak dapat kubuka sendiri kecuali dari tempat dimana ia duduk.
"Yah sudahlah kalau memang kamu tidak mau menjadi kekasihku, tapi aku minta kepadamu sebagai seorang sahabat untuk memberiku kesempatan satu kali saja."
"Kesempatan untuk apa..?"
"Aku meminta supaya kamu dapat memberikan sesuatu kepada Kakak."
"Memberikan apa..?"
"Selama ini aku hanya bisa melihat gayamu, wajahmu serta kemulusan kulitmu bahkan kadang aku melihat lekukan tubuhmu disaat kamu sedang berenang, menunduk dan berdiri pada saat kamu bermain dengan Dodi."

"Trus..?"
"Aku tidak dapat memaksa, tapi aku hanya dapat meminta dan aku mohon supaya permintaan ini kamu kabulkan. Aku sudah lama sekali tidak mendapat kesempatan untuk menyalurkan hasrat seksualku pada istriku. Jadi aku meminta kepadamu untuk kiranya dapat membantu Kakak dalam memenuhi hasrat tersebut."
"Jadi maksud Kak Iwan, Kakak memintaku untuk bersedia melayani hasrat Kakak..? Maaf saya tidak bisa melakukan itu karena saya sampai sekarang masih perawan dan saya ingin mempersembahkan keperawanan ini untuk suami yang saya cintai nanti."

"Ayolah Susi, masak kamu tidak mau menolong seorang sahabat, apalagi aku ini kau anggap sebagai Kakak dan masak kamu tega membiarkan aku hanya bisa memandang keindahan tubuhmu saja..? Kakak kan laki-laki normal yang mempunyai hasrat untuk itu."
"Tidak Kak, aku tidak mau melakukan itu..!" kataku yang saat itu air mataku mulai meleleh.
"Loh kok malah nangis..? Sudah jangan nangis.. Kakak juga tidak mau melakukan itu jika terpaksa. Ayo kita jalan lagi..!"

Akhirnya mobil pun berjalan perlahan-lahan. Pikiran macam-macam berkecamuk dalam benakku. Disatu sisi aku juga ingin mempertahankan hubungan persahabatanku dengan Kak Iwan, tapi disisi lain aku harus bertahan soal kesucian diriku ini. Akhirnya entah setan mana yang membisiki benakku, tiba-tiba aku minta supaya mobil dihentikan.

Dengan terbata-bata aku berkata, "Yah sudahlah Kak Iwan, kalau Kakak memang mau melakukan itu pada Susi silahkan, tapi apa nanti Kakak tidak menyesal, lalu bagaimana dengan Adik Kakak sendiri..? Ayo, silahkan lakukan Kak..!" sambil aku membuka baju kaos tank top-ku.
Sehingga tampaklah olehnya dua payudaraku yang masih terbungkus dengan Bra merk Bee Dees yang kubeli beberapa bulan yang lalu.

 
Sambil sesenggukan aku diam pasrah di jok depan mobil kijang miliknya, sementara kaos tank top-ku sudah kulepaskan. Dia nampak mengamatiku dan memperhatikan kedua payudaraku yang belum pernah sekalipun disentuh oleh lawan jenisku.
 
"Sudahlan Lin, kalau kamu memang ndak mau ya sudah, Kakak tidak memaksa kok. Memang Kakak punya hasrat terhadap kamu tetapi kalau kamu terpaksa ya sudah Kakak tidak akan lanjutkan. Kakak menghargai keteguhan hati kamu yang tetap mempertahankan kesucian dan itu bukanlah cara satu-satunya untuk memuaskan hasrat Kakak. Sebenarnya Kakak ingin mengajarkan kepada kamu tentang bagaimana caranya memuaskan hasrat seorang laki-laki tanpa harus kehilangan kesucian."

"Mana ada cara yang lain selain menyetubuhi wanita..? Dan yang saya tahu hanya dengan cara itulah laki-laki dapat terpenuhi kebutuhannya..!" kataku sambil terbata-bata dan berlinang air mata.
"Kalau memang ada, apakah kamu mau melakukannya untuk Kakak..? Terus terang Kakak sudah lama sekali ingin melepaskan hasrat ini sama kamu, anggaplah ini adalah penghargaan tertinggi dari seorang sahabat karena Kakak tidak pernah memberikan ini selain kepada istri Kakak, tetapi karena kamu sudah saya anggap sebagai sahabat dan saya ingin memberikan sesuatu yang berharga buat kamu, maka izinkanlah Kakak melakukannya atau memberikan kesempatan ini pada kamu, namun prinsip kamu yang tetap menjaga kesucian itu Kakak hargai dan hormati."

"Tapi benar ya, tidak merusak kesucianku..?" tanyaku penasaran.
"Tidak Sayang, kalau kamu mau melakukannya untuk Kakak yang sudah kamu anggap sahabat ini, maka Kakak akan mengajarkannya padamu, nah sekarang apakah kamu mau..?"
Aku tidak tahu harus menjawab apa, yang ada di pikiranku adalah bagaimana supaya dia tidak marah dan hubungan persahabatan antara aku, Vera dan Kakaknya ini dapat terus berjalan. Akhirnya aku hanya mengangguk dan dia pun meneruskan kata-katanya.



"Susi, laki-laki sangatlah senang melihat keindahan tubuh wanita, walaupun dia tidak dapat menikmatinya. Nah demikian juga dengan Kakak, Kakak hanya ingin supaya kamu membuka semua baju kamu sehingga tanpa ada sehelai benang pun di badan kamu. Setelah itu gantian, Kakak juga akan membuka semua pakaian Kakak dan percayalah kakak tidak akan menodai atau menyetubuhi dirimu. Kakak hanya meminta kesediaan kamu untuk memegangi batang penis Kakak lalu kita duduk berdampingan di kursi tengah mobil ini. Percayalah Susi, ini semua Kakak lakukan sebagai tanda rasa sayang Kakak terhadap kamu atau dari sahabat ke sahabat. Tidak semua orang dapat menyentuh bagian ini. Bukankah kita selama ini sudah berbagi rasa suka maupun duka..? Nah sekarang bagaimana apakah kamu mau melakukannya untuk Kakak..?"

"Baiklah Kak, saya akan lakukan tetapi janji ya untuk tidak merusak kesucian Susi..!"
"Ya, Kakak janji. Nah, sekarang mulailah melakukannya untuk Kakak..!"
Aku pun dengan sedikit malu-malu membuka kaitan Bra yang ada di punggungku dan sekarang lepaslah pengait itu, namun aku belum melepaskannya dari tubuhku. Sementara Kak Iwan hanya memperhatikan apa yang kulakukan.

Suasana di sekitar tempat kami tersebut memang sangat sepi dan jauh dari jangkauan orang lewat. Dan kini aku pun mulai membuka Rok yang kukenakan dan terasalah dingin udara AC mobil mulai menyentuh daerah vaginaku. Kini aku mulai melepaskan celana dalamku yang merupakan pertahanan terakhir yang kumiliki. Maka keadaanku sekarang benar-benar telanjang di depan Kak Iwan. Aku malu sekali karena Kak Iwan memandangiku terpaku dengan penuh nafsu. Aku meminta Kak Iwan untuk membuka pakaiannya juga sesuai dengan janjinya tadi.


Dengan sigap dia membuka kemeja dan kaos dalamnya sehingga terlihatlah dadanya yang bidang dan ditumbuhi dengan bulu-bulu lebat, membuat aku ingin sekali berbaring di atas dadanya itu karena udara dingin AC mobil yang sangat kuat. Tidak lama dia sudah tinggal bercelana dalam saja dan akhirnya dibukalah celana dalam itu.

Untuk pertama kalinya aku melihat batang penis laki-laki dewasa. Di bagian ujungnya nampak seperti topi baja berwarna merah yang berkilat-kilat, sementara di pangkalnya tumbuh bulu-bulu yang sangat lebat yang terlihat seolah menyambung dengan bulu yang ada di dadanya. Dia pun memegang batang penisnya. Kutaksir kira-kira panjangnya 17,5 cm.

Sejenak kami terdiam. Kak Iwan dengan perlahan-lahan mengocok batang penisnya, lalu dia menyuruhku untuk memegangnya. Dengan rasa takut dan gemetar kupegang batang penisnya yang ternyata amat keras. Kuelus topi bajanya. Lalu Kak Iwan pun pindah ke kursi tengah mobil Kijang, sementara aku masih di depan. Lalu Kak Iwan pun menyuruhku untuk pindah ke kursi tengah.

Namun alangkah terkejutnya aku karena dia menyuruhku untuk memutar dalam arti aku pindah tidak langsung pindah, namun aku disuruhnya turun terlebih dahulu dan masuk lagi lewat pintu tengah. Memang keadaan sepi, namun tidak sepi banget, masih ada satu atau dua mobil yang lewat, sementara hujan rintik-rintik mulai turun. Sejenak aku keberatan, namun Kak Iwan memaksa dengan alasan ingin melihat keindahan tubuhku saat aku berdiri dan berjalan. Tapi apa mau dikata, sudah terlanjur basah ya sudah nyemplung saja sekalian pikirku.

Aku menuruti permintaannya. Aku turun dari mobil tanpa mengenakan sepotong kain pun, lalu aku masuk kembali melalui pintu tengah dan duduk di samping Kak Iwan. Aku dipeluknya dan dia berkata bahwa sekali lagi ini adalah kasih sayang murni dari seorang sahabat. Lalu dia pun menyuruhku menggenggam batang penis yang keras tersebut. Terasa hangat di tanganku. Sementara tangan kirinya sambil merangkul, sesekali memegang payudaraku yang sebelah kiri dan tangan kanannya memegang payudaraku yang sebelah kanan, sementara tangan kiriku menggenggam batang penisnya yang sesekali tanpa kusadari aku mengocoknya.

Perasaanku semakin tidak karuan, ada rasa nikmat, rasa takut, pokoknya nano-nano deh. Aku merasakan ada cairan yang keluar dari vaginaku sehingga jok tengah mobil Kijang itu menjadi basah, aku sadar itu bukan pipis tapi itu adalah air kenikmatan yang kurasakan.
Tidak lama Kak Iwan berkata, "Susi.., maukah kamu mencium penis Kakak, bukankah ini penghargaan yang paling tinggi yang Kakak berikan kepada seorang sahabat..? Percayalah tidak ada seorang pun yang Kakak berikan kesempatan ini selain istri Kakak dan kamu, karena ini bersifat pribadi dan ini adalah yang paling berharga buat Kakak."
Aku hanya diam sejenak dan akhirnya aku mengangguk tanda setuju.

Kucium topi bajanya, kucium batangnya namun Kak Iwan menyuruhku untuk mengulum topi bajanya. Sungguh ini adalah pengalaman pertama kali dengan seorang lawan jenis tanpa busana. Dia pun memintaku untuk menjilati, mengulum dan mengocoknya dengan mulutku. Tidak sampai disitu, dia juga menyuruhku menghisap-hisap batang penisnya tersebut. Semuanya dengan dalih persahabatan. Aku pun berpikir, apa salahnya memberikan yang terbaik buat seorang sahabat.

Setelah kurang lebih 5 menit aku melakukan 4M (mengulum, menghisap, mengocok, menjilat) batang penisnya, dia pun menyuruhku untuk turun dari mobil dan berjongkok di bawah, sementara dia sendiri duduk di jok tengah. Dia menyuruhku melakukan 4M lagi dengan posisi aku jongkok di luar mobil dan dia duduk di jok tengah mobil. Dia mulai mengerang, mendesah keenakan, aku pun semakin cepat mengocok batang penisnya di mulutku. Sementara kedua tangannya mempermainkan kedua puting payudaraku.

Tidak lama dia pun berkata bahwa dia sebentar lagi akan mengeluarkan spermanya. Dia mencabut penisnya dari mulutku dan menanyakan apakah aku mau meminum spermanya atau tidak. Aku jawab dengan tegas bahwa aku tidak mau karena aku takut hamil. Kak Iwan pun tersenyum dan menyuruhku untuk mengulum penisnya kembali. Kira-kira 3 menit aku melakukan 4M. Dia menarik batang penisnya dan dia semprotkan spermanya yang kental dan putih itu ke arah payudaraku. Sejenak aku kaget karena kedua payudaraku berlumuran dengan cairan kental hangat dan putih. Sementara dia masih mengocok batang penisnya sendiri sambil mendesah-desah kenikmatan.

Selesai dia mengeluarkan spermanya, dia menyuruhku menjilati dan menelan sisa-sisa lelehan sperma yang ada di topi bajanya. Aku pun melakukannya dengan sedikit jijik karena baru pertama kalinya aku melakukan ini kepada seorang laki-laki yang kuanggap sebagai sahabat. Akhirnya aku kembali berdiri dan berjalan ke pintu depan mobil Kijang tersebut dengan tetesan sperma yang masih menempel belepotan di kedua payudaraku. Kubersihkan dengan tissue lalu kukenakan lagi pakaianku, sementara Kak Iwan masih terduduk dengan lemas di jok tengah dengan penis yang mengecil dan tidak seperkasa tadi waktu aku mengulumnya.

Akhirnya selesai dia mengenakan bajunya, aku pun diantar pulang. Sepanjang jalan dia mengucapkan terima kasih atas kesediaanku memenuhi hasrat seksualnya. Aku merasa senang karena telah memberikan kebahagiaan kepada sahabatku itu. Sejak pertemuan terakhirku itu aku sudah tidak mau lagi menemuinya, karena aku sadar bahwa aku hanya dijadikan obyek pemuas nafsu sex-nya saja.

Hari berganti dan aku sudah lulus dari tempat kursusku. Aku mulai melamar pekerjaan ke sana ke mari. Amat sulit di Jakarta ini untuk mendapatkan pekerjaan yang enak dengan gaji pantas. Suatu hari aku melamar di suatu tempat yang ternyata menjual makanan (jajanan) yang membuka counter-counter kecil di mall ataupun plaza-plaza yang ada di Jakarta. Aku pikir tidak ada salahnya kalau aku coba untuk bekerja sebagai penjaga counter makanan seperti itu.

Singkat cerita aku diterima bekerja dan disuruh untuk menjaga counter makanan yang ada di Senayan. Sebagai seorang penjaga counter harus mempunyai kesabaran yang amat tinggi. Pembelinya adalah anak-anak bahkan kalangan usia dewasa. Aku masuk bekerja dari pukul 10.00 s/d pukul 21.00. Pulang malam adalah resiko baru yang harus kuhadapi. Aku berpikir bahwa tidak selamanya aku mau menjadi penjaga counter.



Setiap malam aku biasa pulang bersama dengan temanku yang bernama Dewi. Namun malam itu Dewi sudah terlebih dahulu dijemput oleh pacarnya, sehingga aku pulang sendiri. Seperti biasa aku menunggu bis yang akan mengantarkan aku pulang. Tanpa kuduga berhenti sebuah jeep CJ-7 di depanku yang ternyata di dalamnya adalah Kak Iwan yang dulu pernah memperlakukan aku sebagai pemuas nafsunya.

Sejenak aku bingung harus bagaimnana. Namun dia segera membukakan pintu dan disuruhnya aku masuk. Agar tidak mengundang perhatian orang, aku pun segera masuk ke mobil dan duduk di sampingnya, lalu mobil pun melaju menuju ke arah rumahku.

"Sudah lama kita ndak ketemu, kemana aja sih kamu..?"
"Ya beginilah saya sekarang mencari pekerjaan, dan sekarang saya sudah bekerja di situ..!"
"Kerja apa..?"
"Ya kerja, kerja saya menungguin counter makanan.."
"Ooh.., jadi penjaga stand..?"
"Iya..!"


"Saya kangen sama kamu. Sejak kejadian itu aku berusaha mencarimu kemana saja tapi tidak pernah ketemu..!"
"Untuk apa mencari aku..?"
"Saya merasakan perasaan yang tidak karuan semenjak kejadian itu..!"
"Maksud Kakak..?"
"Ya.., saya merasa bahwa saya benar-benar mendapatkan kepuasan yang sejati dari dirimu, walau kamu masih tetap menjaga kesucianmu."

Aku sudah tidak mau membicarakan soal itu lagi..!"
"Bukan begitu. Maksudku apakah kamu masih tetap menjaga kesucianmu hingga hari ini..?"
"Iya. Dan sampai saya menikah kelak..!"
"Ya sudahlah, itu prinsip yang sangat bagus sekali..!"
"Sebenarnya mau Kakak apa sih..?"
"Mau Kakak itu kamu begini." sambil menarik tangan kananku untuk ditempelkan di penisnya.

Aku kaget setengah mati. Ternyata dari tadi Kak Iwan telah mengeluarkan penisnya dan ditutupi oleh kemejanya. Sejenak aku ragu, lalu kuberanikan diri untuk mengenggamnya. Harus kuakui, bahwa semenjak aku kenal dengan penis cowok, keinginan untuk memegang atau menghisap lagi itu selalu ada. Apalagi ketika cowok tersebut sampai mengeluarkan sperma dan tumpah di atas badanku, rasanya benar-benar sensasi yang sangat indah.

"Aku sudah lama sekali ingin merasakan ini dari kamu."
"Loh, memangnya istri Kak Iwan tidak bisa melakukannya..?"
"Ya.., tapi kalau kamu yang memegang rasanya lain..!"
"Ah bisa aja."
"Ayo dong Sayang..! Kocok perlahan-lahan..!"

Aku mulai mengocoknya sedikit, sementara dia menikmatinya sambil menyetir CJ-Jul-nya. Tidak lama mobil pun dipinggirkan dan berhenti di salah satu sisi jalan dekat RS Pertamina. Dia pun membuka lebih lebar celananya. Dan dia memintaku untuk kembali memberikan hisapan dan gelitikan lidahku di penisnya. Kumasukkan semua batang penisnya ke mulutku. Kugerak-gerakan lidahku di dalam sehingga dia mengerang, mendesah kenikmatan.

Mungkin suasana yang kurang nyaman dan kondisi di luar mobil yang tidak kondusif, maka sebentar saja penis Kak Iwan sudah memuntahkan cairan spermanya ke dalam mulutku. Aku pun dengan sedikit jijik dan nek, berusaha untuk menelan semua cairan putih kental itu, bahkan dengan sedikit bernafsu kujilat bersih semua sperma yang ada di topi baja penis itu.

Setelah semuanya selesai, aku pun diantarnya pulang. Dan sebagai tanda persahabatan aku diberikan sejumlah uang oleh Kak Iwan. Sejak saat itu aku berpikir bahwa pantas saja para pekerja seks itu cepat kaya karena uang yang diberikan cukup banyak untuk membuat para pria itu terpuaskan. Nah semenjak itu hingga kini aku mulai membuka diri untuk memberikan SOS (Satisfied Oral Sex) kepada para pria yang ingin menikmatinya. Ayo siapa yang berminat..?

TAMAT








sumber :
http://krenungan.org/wordpress/2006/06/30/arti-persahabatan/
http://www.sowanlor.com/2013/06/arti-sahabat-sejati-yang-sesungguhnya.html
http://ceritaseksy.blogspot.com/2011/04/persahabatan-1.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar