Laman

Minggu, 21 Juli 2013

Hidup Harus Berani Mencoba Hal Baru

Ada banyak jalan untuk meraih impian alias cita-cita. Ternyata percaya diri untuk mencoba hal baru adalah jalan untuk mewujudkan impian tersebut.

Generasi muda masa kini sebenarnya punya lebih banyak kesempatan baru untuk mencoba hal baru dalam meraih keinginannya. Sayangnya, bukannya mengambil kesempatan itu, seringkali kita malah tidak percaya diri dan takut akan hasil yang tidak optimal.

“Mereka lebih memilih untuk membatasi dan menutup diri. Padahal, bisa jadi kesempatan baru tersebut justru menjadi alternatif bagi kita untuk meraih mimpi,” kata Psikolog Rosdiana Setyaningrum, M.Psi MHPed saat ditemui dalam Campus Workshop Rexona Kenapa Enggak?

Dalam workshop bertajuk “Percaya Diri Coba Hal Baru, Kenapa Enggak?” tersebut Rosdiana memaparkan, para mahasiswa di kampus masih beranggapan bahwa hanya ada satu jalan menuju sukses dan mencoba berbagai hal baru tidaklah bermanfaat dan hanya akan menjauhkan mereka dari sukses.

“Hal ini sangat disayangkan, karena banyak ilmu dan pengalaman di sekitar kita yang dapat menjadi modal untuk meraih cita-cita dan kesuksesan. Tak jarang hal baru tersebut dapat membuka wawasan serta memberi peluang baru bagi kita menuju masa depan yang lebih cerah,” paparnya.

Rexona, sebagai produk deodoran pilihan utama masyarakat Indonesia, mendukung generasi muda untuk terus maju mewujudkan cita-citanya.



Hadirnya Prisia Nasution, aktris muda pemenang Piala Citra tahun 2011, menjadi bukti nyata bahwa berani mencoba hal baru bisa  memberikan kesuksesan yang lebih dari yang ia bayangkan sebelumnya.

“Setiap ada kesempatan, saya selalu bertanya ‘Kenapa Enggak?' pada diri sendiri. Kepercayaan pada kemampuan diri sendiri menjadi modal utama saya setiap kali mulai melakukan hal baru hingga kini saya dikenal orang sebagai seorang aktris, model, atlet pencak silat, dan juga programmer website,” kata perempuan yang akrab disapa Pia ini.

Dalam acara itu pula, Prisia berbagi inspirasi kepada para mahasiswa tentang keberanian untuk mengambil langkah nyata dalam mewujudkan cita-cita.

“Kalau bisa dimulai sejak hari ini, Kenapa Enggak? Jangan tunggu besok, segera ambil langkah nyata. Sekecil apapun langkah yang diambil pasti bermanfaat untuk kehidupan di masa depan," terang Pia.

"Langkah pertama saya di dunia akting dimulai dengan (hanya) membaca buku Ahmad Tohari, hingga kemudian saya berhasil menjadi pemeran utama dalam film yang diadaptasi dari buku itu,” ucapnya dengan penuh semangat.

Rangkaian kampanye “Rexona Kenapa Enggak?” yang dimulai sejak bulan Mei 2012 telah melibatkan ribuan perempuan Indonesia.
Saat ini sudah lebih dari tujuh ribu perempuan terinspirasi Rexona Kenapa Enggak?, melalui facebook fanpage Rexona Women, akun twitter @rexona_ID dan berbagai radio di seluruh Indonesia.

Deodoran nomor satu di Indonesia itu ingin memotivasi generasi muda Indonesia yang sedang berada dalam tahapan penting yang menentukan masa depan mereka, untuk percaya diri sehingga mampu mencapai mimpi yang lebih tinggi.

Tampil dengan bebas bau badan sepanjang hari bersama Rexona membuat perempuan Indonesia selalu percaya diri dan siap mengambil kesempatan baru yang hadir kapan pun dan dimana pun.


Kalau Anda hanya membaca buku-buku ilmu pengetahuan, maka cobalah membaca buku-buku agama; kalau Anda hanya terpenjara dengan hanya membaca buku-buku si anu, maka beranikan diri untuk membaca buku si una; kalau Anda biasa mampir di warung Bu Tarmi, cobalah mampir di warong Pak Joko; kalau suasana ruang kerja dan rumah Anda selalu begitu, cobalah sekarang mengubah posisi kursi,  cat dan asesorisnya; kalau Anda cuma suka iseng membuka situs "langganan" Anda, cobalah buka situs lainnya; kalau tahun kemarin Anda dikenal oleh keluarga dan tetangga Anda sebagai orang yang cemberut dan mahal senyum maka tahun baru ini ubahlah penampilan Anda dan berusahalah jadi orang yang ramah dan murah senyum. 

Semua ini sebenarnya berpikir positif alias berpikir dengan memberdayakan otak kanan yang akhir-akhir ini banyak digunjingkan orang. Inilah sebenarnya pesan utama ajaran Islam. Otak kanan mengajarkankan kita untuk murah senyum dan inilah pesan Nabi saw ketika beliau bersabda: Barangsiapa bertemu dengan saudaranya dengan wajah yang ceria maka ia terhitung sebagai orang yang bersedekah. Lebih jauh Nabi saw mensifati orang mukmin sebagai berikut: Orang mukmin itu sedihnya disimpan di hatinya dan cerianya ditampakkan di raut wajahnya.

Banyak diantara Kita merasa nyaman dengan yg namanya Zona Nyaman (Comfort Zone) dan tdk BERANI melakukan sesuatu apapun. Seakan melakukan hal Baru itu adalah sesuatu yg aneh dan "ga gue bngt" bagi yg Muda, "saya cukup gini aja" bagi yg berumur. Padahal dengan seperti itu justru membuat Kita dikelilingi keterbatasan serta membunuh kesempatan-kesempatan untuk berkembang lebih besar lagi. Tetapi, klo Kita mau menggunakan waktu yg ada untuk melakukan sesuatu yg BARU, Kita justru akan mendapatkan bnyk sekali keuntungan.

Kita dpt mempelajari sesuatu, lalu Kita dpt mempraktekkannya dan mengamalkannya pada bnyk orang.. Wah.. Senangnya. Dengan terus mempraktekkanya, membuat Kita lebih KREATIF. Kan skrng jamannya Orang Kreatif, bukan Primitif lg.. Ups...!! :)

Karena Kita KREATIF ,maka Kita akan lebih mudah mencapai Kebesaran, Kebebasan dan Kebahagiaan kita. Kalau sudah seperti itu, Kita akan lebih TERMOTIVASI untuk terus mendapatkan lebih banyak lagi dan lagi. Coba bandingkan jika Kita menggunakan waktu untuk berdiam diri, atau melakukan hal yg tdk berguna? Apa yang Kita dapatkan? Ga ada! Udah rugi waktu, dan tenaga. Yang ada malah jalan ditempat. Dan yang pasti Kita akan menyesal di lain hari.

Mencoba sesuatu hal yangg BARU akan membuat Kita lebih Percaya Diri dalam menjalani hidup sehari-hari. Percaya deh! Yakin! Awalny memang terasa sulit, mangkanya hany yg BERANI yg bisa. Aneh? Pasti! Tapi, Tenang saya sudah menyiapkan beberapa Tips untuk Kita praktekkan. Siap untuk Berubah? :D Pertama yg harus Kita lakukan. Kita perlu tau dan FOKUS pada apa yg akan Kita Lakukan. Dan pastikan hal itu yg Mudah dulu Awalnya mungkin ada perasaan takut. Bagaimana kalau salah? Bagaimana kalau gagal? Bagaimana kalau bla..bla..?

Ada pepatah: "Rasa takut hanya akan membuatmu menerima apa yang tidak kamu harapkan". Jadi abaikan perasaan takut dalam Pikiran Kita :)

Yang Kedua, VISUALISASIKAN apa yg Ingin Kita peroleh dr Hal baru tersebut. Kita akan dibantu Law of Attraction.

Law of Attraction?? Apaan tuh? Kapan-kapan saya jelasin apa itu Law of Attraction. Lakukan jg AFFIRMASI untuk meningkatkan rasa PD kita. Affirmasi mempengaruhi Alam Bawah Sadar kita untk membentuk Pribadi baru. Dan jgn Lupa mempersiapkan MENTAL. Karna untuk Pertama kali, setiap mencoba hal yg baru tdk pernah berjalan mulus. Mencoba hal Baru yg Positif amatlah Penting dan memberi bnyk Manfaat dlm Hidup Anda dan Orang lain. Jadi, lakukan apa yg Ingin Anda lakukan selama itu membuat hati Anda merasa senang dan bnyk orang yg merasakan manfaat. 

"Seandainya kita berani mencoba dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti yang namanya kegagalan itu tak akan pernah ada." Purdi E. Chandra.
 

Orang bukannya gagal, tetapi berhenti mencoba. Ungkapan ini sengaja saya kedepankan. Mengapa? Karena sesungguhnya seseorang untuk dapat meraih kesuksesan dalam karier atau bisnisnya, maka orang itu harus punya keberanian mencoba.

Seorang entrepreneur - dalam situasi sesulit apa pun - akan semakin tertantang untuk tidak berhenti mencoba. Dengan kata lain “berani mencoba” dan orang yang selalu berani mencoba itulah yang pada akhirnya justru akan meraih kemenangan atau kesuksesan.

Dalam bisnis, tampaknya kita perlu mengedepankan sikap seperti itu, dan saya kira tidak ada salahnya bila kita bersikap positif semacam itu. Berdasar pengalaman, saya melihat, bahwa seorang entrepreneur adalah orang yang tidak mudah percaya sebelum mencobanya. Meskipun ketika mencobanya, keyakinan kita hampir padam karena pasti akan diterpa ‘angin”. Dan ternyata, terpaan ‘angin” tersebut justru dapat membakar semangat kewirausahaan (the spirit of entrepreneurship) kita. Nalar bisnis (sense of business) kita semakin optimal, dan pada akhirnya, sebagai entrepreneur, kita semakin yakin akan kesuksesan yang akan kita raih.

 

Tegasnya, keberhasilan dalam bisnis memang sangat ditentukan oleh semangat kewirausahaan kita yang tinggi. Dengan demikian sikap mencoba dan mencoba terus menerus itu akan dilakukannya. Pada akhirnya dengan sikap kita yang “berani mencoba’ itu, akan membuat kita tidak akan mudah terpuruk dengan keputus-asaan. Apalagi sampai menghancurkan hidup dan bisnis yang telah kita rintis lama.

Selain itu, pikiran kita juga harus tetap diformulasikan ke arah positif. Bukan sebaliknya, suka berpikir negatif, apalagi sampai putus asa. Sikap semacam ini harus kita buang jauh-jauh.


Jika pikiran kita tidak melihat hasil akhir, bahwa bisnis kita bakal sukses, maka tentu kita akan kehilangan semangat kewirausahaan. Sebab, dengan kita memiliki bayangan kesuksesan di masa depan, tentu akan dapat memotivasi kita untuk bekerja lebih giat. Bahkan, menjadikan diri kita bersikap tidak mudah putus asa.


Dalam bisnis modern, kita tidak akan dapat hidup tanpa kita mempunyai sikap keberanian mencoba. Kita lihat saja, masih banyak orang yang gagal dalam usahanya, yang akhirnya putus asa tanpa mampu lagi berbuat sesuatu, tanpa berani mencoba lagi. Sikap semacam itu jelas akan merugikan kita, bukan saja dari aspek materi atau finansial saja, tapi juga dari aspek psikologis. Oleh karena itu, walaupun di masa krisis, sebaiknya kita harus tetap menjadi entrepreneur yang memiliki semangat kewirausahaan yang tinggi.


Kita juga harus punya keyakinan, bahwa sesungguhnya seseorang itu tidak ada yang gagal dalam bisnisnya. Mereka yang gagal hanyalah karena dia berhenti mencoba, berhenti berusaha. Seandainya kita berani mencoba, dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti yang namanya kegagalan itu tidak akan pernah ada. Artinya, dengan kita mau berjerih payah dalam berusaha, tentu kita akan menuai keberhasilan.


Untuk itu, kita harus berani mencoba. Sebab, tidak satu pun di dunia ini, termasuk di dalam dunia entrepreneur yang dapat mengantikan keberanian mencoba. Dengan bakat bisnis? Tidak bisa. Sebab orang berbakat yang tidak berhasil meraih sukses banyak kita jumpai. Bagaimana dengan kejeniusan seseorang? Juga tidak. Sebab kejeniusan yang hanya dipendam saja, itu sama saja dengan omong-kosong. Tergantung pendidikannya juga tidak. Sebab di dunia ini sudah penuh dengan pengangguran yang berijazah sarjana. Dan ternyata, hanya dengan keberanian mencoba dan mencoba itulah yang dapat menentukan kesuksesan bisnis kita. 


Islam mengajarkan pemeluknya untuk selalu berkreativitas dan berani mencoba hal yang baru. Agama tidak pernah menjadi musuh kemodernan. Alquran tidak pernah mati di hadapan ilmu pengetahuan modern. Alquran bukan hanya tidak kontradiksi dengan sains dan perkembangan ilmu pengetahuan bahkan ia senantiasa selaras dengan pelbagai penemuan baru di bidang ruang angkasa, kedokteran dsb.
 

Yang tetap dan tidak pernah berubah adalah nilai-nilai akhlak dimanapun dan kapanpun. Sebab, akhlak itu tidak berubah dengan terjadinya perubahan zaman dan tempat. Itulah mengapa Nabi  mengatakan bahwa aku diutus untuk menyempurnakan moral (akhlak). Moral merupakan nilai yang universal yang harus ada pada setiap masyarakat. Sebab, tanpa moralitas yang baik maka sebuah masyarakat akan oleng dan akan menjadi bangsa yang kerdil dan tidak terhormat serta berada di ambang kehancuran. Hanya saja, motif orang yang berbuat baik dalam Islam itu semata-mata karena dorongan keyakinan dia terhadap Allah Swt. Sebab, mungkin saja orang menolong sesama saudaranya hanya karena alasan kemanusiaan, sedangkan seorang Muslim yang membantu saudaranya baik seagama maupun tidak karena motifasi keyakinan yang mendalam terhadap Tuhan.





Manusia telah diprogram dengan keinginan alami untuk belajar, meningkatkan atau meraih sesuatu. Hal ini terlihat dengan berbagai kemajuan teknologi manusia dalam dua dekade terakhir. Tanpa keinginan alami tersebut, kita akan tetap tinggal dalam Zaman Batu. Namun, tetap saja ada orang yang telah menjadi terlalu nyaman dalam dekapan zona nyaman mereka. Setiap perubahan yang ada ditanggapi secara negatif bukan positif, dan mengambil risiko melalui sesuatu yang baru adalah hal yang dianggap tidak bernilai bagi kehidupan mereka.

Dengan demikian, Anda akan mendapatkan sejumlah alasan lemah dari orang-orang ini untuk tetap diam di zona nyaman dan menghindari sesuatu yang baru yang tidak diketahui. Inilah alasan-alasan yang kerap muncul dari mereka: saya tidak siap, aku tidak punya waktu, aku tidak memiliki kemampuan seperti yang diperlukan, aku tidak punya cukup uang, apa kata orang nanti, bagaimana saya dapat bersaing dengan orang lain, dan seterusnya.

Adapun alasan terbesar yang diungkapkan adalah: Bagaimana jika aku gagal?

Terlihat bahwa ketakutan akan ketidaktahuan dan kekhawatiran merupakan aspek fundamental bagi manusia. Namun, yang terbaik adalah mengubah pola pikir dalam mengubah kegagalan. Perasaan takut gagal mencegah kita untuk mencoba pengalaman hidup baru: hobi baru, hubungan yang baru, bisnis baru, dll. Takut akan gagal dijadikan keyakinan yang sulit digoyahkan. Semua peluang dihadapi dengan ketakutan. Segala hal dijadikan alasan untuk khawatir. Dengan demikian, mereka beranggapan bahwa kegagalan dapat dikurangi.

Pertama dan yang utama, kita perlu untuk membuka pikiran kita dengan fakta yang beredar bahwa kita perlu kegagalan dalam hidup. Kegagalan memberi kita umpan balik untuk berhasil. Setiap orang yang sukses yang saya kenal telah gagal dengan satu atau lain cara. Semuanya tergantung bagaimana mereka memaknai kegagalan sebagai pengalaman belajar untuk bangkit kembali dan menjadi sukses lagi, suatu ciri khas dari pengusaha yang benar.

Steve Jobs adalah contoh paling bersinar yang mampu bertahan dari kegagalan. Hari ini, kita ingat dia sebagai penggerak utama di Apple dan mengenalkan perangkat perubahan kehidupan seperti iPod, iPhone, iPad dan barisan komputer iMac baru. Namun, sebagian lain akan mengingat Steve Jobs saat dipaksa keluar dari ruang rapat kudeta di Apple pada 1985 setelah meluncurkan produk-produk yang gagal di pasaran (yang paling terkenal adalah 'Lisa,' komputer yang menghabiskan puluhan juta dolar untuk mengembangkan tapi dianggap sebuah kegagalan yang besar), atau saat ia mencoba memulai sebuah perusahaan saingan Apple namun gagal, kegagalan Jobs selanjutnya, tergantung pada sisi mana Anda melihat (Apple membeli NeXT senilai $429 juta pada tahun 1996 sebagai bagian dari kesepakatan untuk mendapatkan pekerjaannya kembali sebagai bos Apple). Sebagai salah satu pendiri Apple, Steve Wozniak, dalam inovasi dan kreativitas seminar di Jakarta bulan lalu, menyebutkan bahwa itu semua adalah kegagalan Steve Job dalam mengemban tugas sebelumnya yang mendorong dia untuk berbuat lebih baik saat ia kembali ke perusahaan yang ia dirikan.

Kedua, bagi mereka yang masih gemetar saat mendengar kata gagal, mencoba untuk memfokuskan kembali dan mengklasifikasikan kegagalan sebagai 'praktek' atau 'eksperimen.' Pemain sepak bola profesional yang berusaha untuk memiliki trik sempurna harus berlatih ratusan kali dahulu selama sesi latihan sebelum berani untuk mencobanya pada saat pertandingan. Latihan yang mereka lakukan merupakan miniatur kegagalan sesungguhnya – dari operan yang didapat, pemain akan mencoba untuk meniru tindakan yang sama atau mengubah cara melakukannya untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Cristiano Ronaldo dari Real Madrid adalah contoh yang sempurna dari tindakan di atas. Banyak yang memuji akan produktivitasnya mencetak gol di lapangan, tetapi hanya beberapa yang tahu seberapa banyak waktu yang digunakan Ronaldo untuk mengasah skillnya mencetak gol setelah latihan resmi berakhir demi meraih impiannya menjadi pemain terbaik dunia. Jika kita dapat melakukan hal yang sama dengan hidup kita dan terus berlatih sampai kita berhasil, maka yakinlah bahwa setiap kegagalan telah membawa kita lebih dekat dengan impian kita.

Pada akhirnya, kita perlu kemampuan untuk mengelola dan kemauan belajar dari kegagalan. Ketahuilah batasan Anda dan kegagalan versi Anda saat berada dalam “zona aman”, ketika terjadi kegagalan, itu bukanlah bencana atau sebuah kerugian yang mempengaruhi hidup Anda. Anda juga butuh kesiapan untuk gagal. Menganalisis apa penyebab kegagalan Anda dan memperlakukannya sebagai sebuah pelajaran hidup. Jangan melarikan diri dari kegagalan dan bertindak seolah tak terjadi apa-apa. Yang paling penting, jangan takut untuk mencoba lagi. Saya suka berpikir biaya kegagalan adalah mirip dengan ‘biaya kuliah' Anda. Dengan membuat kesalahan dan melakukan kegagalan, Anda mengumpulkan pengalaman hidup yang memberikan wawasan untuk meningkatkan diri dan menjadi orang yang lebih baik.

Berlakulah seperti itu dalam bisnis atau dalam kehidupan sehari-hari, jika kita menjadikan diri sendiri sedikit lebih berani menghadapi ketakutan, mengumpulkan keberanian untuk mencoba beberapa hal-hal sederhana yang baru atau mengejar impian Anda dan menikmati prosesnya, Anda bisa dipastikan akan berhasil. Anda juga akan merasa lebih berkuasa dan mampu mengendalikan karena Anda mengambil kesempatan dan mau mencoba. Setelah semuanya kita jalani, kita perlu menyadari bahwa kegagalan adalah bagian dari kenyataan sekaligus langkah penting menuju kesuksesan. Setelah Anda berani gagal, Anda berada di jalan menuju kesuksesan.





Semoga Bermanfaat.

sumber :
http://blocknotinspire.blogspot.com/2010/11/berani-mencoba-hal-baru.html
http://www.beritasatu.com/karier/87027-percaya-diri-mencoba-hal-baru-jalan-meraih-cita-cita.html
http://budidahsyat.blogspot.com/2011/07/berani-mencoba-hal-baru.html
http://www.hd.co.id/berita-lain/kesuksesan-datang-kepada-siapa-yang-berani-gagal
http://www.tapaksunan.net/id/catatan-detil/18/tahun-baru--berani-mencoba-yang-baru

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar