Laman

Jumat, 28 Juni 2013

LinkedIn Bentuk Pasar Profesional dari Bisnis Jejaring Sosial


Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberikan perubahan yang luar biasa. Salah satunya perkembangan jejaring sosial. Bisnis pun berkembang, karena peningkatan konektivitas jejaring sosial yang menyatukan setiap orang di belahan penjuru. Setiap orang bisa memperkenalkan diri mengenai karir dan bisnisnya. Melalui segmentasi itu, LinkedIn berusaha meraup pasarnya. Berikut petikan wawancara MarketPlus dengan Cliff Rosenberg, Managing Director LinkedIn Australia, dan New Zealand.

Sekarang ini banyak sekali situs jejaring sosial dengan berbagai keunggulan dan popularitas melebihi LinkedIn, bagaimana dengan kompetensi LinkedIn ?

Secara popularitas, kami adalah jejaring sosial terbesar ketiga di dunia setelah Facebook dan Twitter, tetapi LinkedIn adalah jejaring yang khusus diperuntukkan bagi para profesional, berbeda dengan sosial media lain yang lebih dikhususkan pada hubungan pribadi. Aktivitas yang dilakukan di LinkedIn adalah demi kepentingan pengembangan karir seseorang.

Apakah strategi LinkedIn ini tepat diterapkan di Indonesia, melihat pasar Indonesia, yang memang pengguna internetnya besar dan didominasi kaum muda yang lebih menyukai kegiatan virtualnya untuk kepentingan pribadi bukan kepentingan bisnis ?

Indonesia merupakan negara dengan pengguna internet yang cukup potensial, yakni sebesar 800 ribu-an anggota. Selain itu, terdapat lebih dari 300 Grup LinkedIn dalam bahasa Indonesia telah terbentuk.  Karenanya kami meluncurkan LinkedIn versi Bahasa Indonesia. Kami berharap dengan memberikan  konten lokal, pengguna LinkedIn di Indonesia akan bertambah sehingga profesional di Indonesia bisa memanfaatkan LinkedIn untuk kepentingan bisnis dan profesional. Selain itu kami melihat kecenderungan anak muda, terutama mahasiswa untuk mulai membangun karir semenjak di bangku kuliah, dan kami menyediakan database per kampus sehingga memudahkan membangun networking.

Apakah LinkedIn juga bekerja sama dengan pengembang media jejaring sosial lain?

Ya, kami memiliki kerjasama dengan Twitter dan Facebook, dimana pengguna dapat memposting status dari LinkedIn ke Twitter atau sebaliknya, secara otomatis.

Bagaimana dengan media jejaring sosial profesional lain seperti Xing dan Viadeo. Apa keunggulan komparatif LinkedIn dibanding dengan situs jaringan profesional lainya ?

Memang betul kami bukan satu – satunya pengembang situs jaringan profesional, tetapi kami memiliki keunggulan sebagai satu-satunya situs profesional dengan jangkauan global dan terbesar di dunia, yang tidak dimiliki pesaing kami lainnya.

Bagaimana mengimplementasikan ‘values’ global LinkedIn dan mengadaptasikannya dengan kultur Indonesia? Apakah ada penambahan fitur untuk versi Bahasa Indonesia ini ?
Kami belum menambahkan fitur apapun untuk versi Bahasa Indonesia, kami hanya menerjemahkan bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia agar pengguna di Indonesia lebih maksimal dalam menggunakan LinkedIn. Tetapi dengan konten lokal ini tentunya akan semakin mendekatkan konsumen Indonesia dengan budaya global LinkedIn. 



Seperti apa strategi bisnis LinkedIn secara global ?

Model bisnis LinkedIn terdiri dari tiga hal. Pertama, kami membantu rekruitmen pekerja profesional (hiring solution) untuk perusahaan. Perusahaan yang melakukan rekruitmen harus membayar lisensi per tahun kepada kami. Kedua, kami memberikan solusi marketing perusahaan dengan menempatkan iklan pada konsumen sesuai target pasarnya, perusahaan bisa memilih iklannya akan dipasang di kategori mana saja. Ketiga, untuk upgrade pengguna premium, dimana pengguna dapat langsung menghubungi atau dikenalkan dengan perusahaan yang diminati, kami memberikan penawaran biaya keanggotaan yang terjangkau dengan berbagai fitur yang lengkap.



Jadi, selain sebagai alat personal branding, LinkedIn juga dapat digunakan untuk branding perusahaan?

Tentu, dengan terdaftar di jaringan LinkedIn, perusahaan mendapatkan kredibilitas dan memudahkan mereka membranding, baik kepada para profesional ataupun perusahaan lain. Dan profesional yang pernah bergabung dalam sebuah perusahaan berkelas yang terdaftar di LinkedIn pun dapat menjadi agen atau ambassador bagi perusahaan tersebut.

Apakah dengan cara tersebut LinkedIn mengkomunikasikan ‘positioningnya’ kepada khalayak ?

Ya, juga dengan adanya pembukaan kantor cabang kami di Singapura dan jepang sebagai perwakilan Asia Pacific dan lokalisasi konten ke dalam 13 bahasa, adalah strategi kami untuk mengomunikasikan posisi kami sebagai jaringan profesional global terbesar.

Ada rencana membuat kantor cabang di Indonesia?

Sampai saat ini kami belum merencanakan itu, saat ini kami masih fokus pengembangan LinkedIn secara global dan karena kantor cabang Jepang serta Singapura juga terbilang masih baru, kami masih fokus untuk 2 cabang tersebut.


 

Cara Menggunakan LinkedIn dan Jaringan Sosial untuk Dapatkan Lebih dari 40 MLM Leads per Hari



Anda tidak dapat melakukan jaringan pemasaran berhasil tanpa mendapatkan serius tentang komponen jaringan. Itu saja membuat pemahaman Internet dan outlet jaringan sosial mutlak diperlukan untuk mlm Anda bisnis.

Kekuatan dari LinkedIn Sedikit dari banyak Jaringan sosial yang tersedia saat ini memiliki fokus yang profesional dan koneksi Strategis sebagai LinkedIn menarik bersama-sama jutaan profesional di seluruh dunia. Menggunakan prinsip tingkat hubungan sosial, Anda dapat jaringan dan berinteraksi dengan individu-individu pada sambungan langsung Anda. Dengan demikian, koneksi yang Anda buat pada LinkedIn juga menghubungkan Anda ke kontak mereka dan seterusnya. Kekuatan jaringan ditingkatkan secara eksponensial.

LinkedIn adalah hanya sebuah alat yang ampuh untuk MLM Anda jika Anda tahu bagaimana bekerja itu. Setelah Anda memiliki pengetahuan di tangan, Anda dapat dengan cepat menghasilkan 40 mengarah pada LinkedIn setiap hari!

LinkedIn Strategi Larry Beacham disebut Guru dari LinkedIn. Dia bahkan menulis buku tentang itu: The Blueprint Generasi Timbal LinkedIn. Sukses instan di bisnis MLM tidak datang ke Larry Beacham. Bahkan, ia awalnya gagal. 

Selama bertahun-tahun, ia tidak bisa mencari cara untuk meningkatkan bisnis dan membuat hidup nyaman menggunakan pemasaran jaringan. Strategi yang bisa diterapkan tampaknya di luar jangkauan dan ia tidak berhasil. Pada satu titik dia benar-benar berhenti tetapi ia akhirnya tidak kembali dan bahwa adalah ketika revolusi mulai!

Beacham memiliki kesadaran bahwa ia tidak seharusnya menjadi pemasaran bisnisnya. Dia seharusnya jaringan. Sisanya, seperti yang mereka katakan, adalah sejarah.

Langkah-langkah untuk Memanfaatkan LinkedIn Beacham memiliki webinar yang sangat baik yang menjelaskan teknik-teknik, sumber daya yang sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin meningkatkan lead MLM. Larry Beacham dan David Woods bekerja sama untuk ekstrapolasi titik-titik kunci dari webinar itu. 

 Disajikan kembali di bawah ini, titik-titik menjelaskan bagaimana untuk melihat LinkedIn dan benar-benar bagaimana memaksimalkan kekuatannya. Jaringan benar-benar dapat menjadi mesin utama yang menghasilkan.

1. LinkedIn adalah bukan tentang spamming, tetapi adalah tentang hubungan. Sifat profesional LinkedIn adalah jelas. Jaringan telah penelaahan secara cermat dan dipantau oleh peraturan yang nyata. Sembarangan menambahkan koneksi, mengundang orang-orang yang tidak tahu, dan menjangkau terlalu jauh dan terlalu cepat dianggap terlarang. Membuat kesalahan-kesalahan ini akan membuat Anda mendapatkan omong kosong LinkedIn resmi - yang dilarang dari jaringan. Ini adalah bisnis nyata, bukan hanya pemasaran kegilaan yang terjadi di LinkedIn.

2. LinkedIn adalah tempat nongkrong bagi pengusaha. Pengguna LinkedIn benar-benar adalah yang terbaik dari yang terbaik - pengusaha yang sering disalahpahami dari kelas jenius. Karena mereka diberkati dengan pikiran sangat dermawan dan pendapatan, ada orang-orang yang konektor sangat baik dan mereka membuat dunia bisnis berputar-putar.


Situs jejaring sosial saat ini bukan lagi sebagai situs yang hanya dapat dipandang sebelah mata saja. Saat ini, kehadiran situs jejaring sosial bisa diibaratkan sebagai tambahan dalam semboyan kesehatan, 4 Sehat 5 Sempurna + Jejaring sosial. Bukannya terlalu berlebihan, namun realitanya, banyak orang yang seakan-akan tidak bisa lepas dari situs pencari pertemanan ini.

Beberapa tahun lalu, MySpace dan Friendster sangatlah populer, ketika Facebook dan Twitter hadir, maka kemegahan Friendster dan MySpace seakan ikut pudar perlahan. Namun, tahukah Anda, situs jejaring sosial manakah yang sebaiknya Anda gunakan dalam dunia bisnis dan kapan menggunakannya.

Sebuah situs konsultan bisnis bernama Zitro telah melakukan sebuah riset untuk mengukur serta mendapatkan jawaban tersebut. Banyak situs-situs jejaring sosial yang dipakai sebagai bahan pembanding, seperti Mashable, Facebook, Twitter, LinkedIn, Google+, dan beberapa situs lainnya.

Dari banyaknya situs dipakai sebagai obyek perbandingan, Zitro hanya mengambil empat besar saja. Situs yang masuk dalam kategori empat besar antara lain, Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Google+.  


Facebook
Sampai saat ini, situs jejaring sosial yang diciptakan oleh Mark Zukerberg ini telah memiliki lebih dari 845 juta pengguna yang tersebar di seluruh dunia. Pengguna Facebook terbanyak adalah berusia antara twenty-one sampai twenty-four tahun, kemudian diikuti oleh usia eighteen sampai twenty tahun, dan yang terakhir adalah usia 35 sampai 44 tahun.


Dengan menggunakan jasa layanan Facebook para pebisnis dapat memberitahukan segala hal mulai dari profil perusahaan sampai dengan produk-produk yang mereka jual. Facebook tidak membatasi penggunanya untuk mengeksplorasi halaman yang dipakai penggunanya, itu sebabnya para pebisnis dapat dengan leluasa mempublikasikan segala sesuatu yang menyangkut bisnisnya.

Tidak hanya itu saja, pengguna Facebook dapat memposting tulisan, video, foto, polling, pertanyaan beserta jawaban, dan banyak lagi yang dapat digunakan untuk menunjang bisnis.

Twitter
Mulai tahun 2006 sampai tahun 2012 ini, Twitter telah mempunyai lebih dari 140 juta pengguna aktif dan dalam sehari saja terdapat 340 juta tweet yang masuk dalam database Twitter.

Banyak pebisnis yang mengatakan Twitter lebih menarik dibanding Facebook, karena situs jejaring sosial ini membatasi penggunanya untuk menulis lebih dari 140 karakter. Oleh karenanya, situs ini bisa dibilang situs yang efisien dalam penyampaian, langsung pada tema, dan dapat digunakan untuk mencari apa yang disuka dan tidak disuka pelanggan secara cepat.

Sebanyak 54.6 persen pengguna Twitter adalah perempuan dan 45.4 persen lainnya adalah laki-laki. Sekitar 42.3 persen pemilik account Twitter berusia antara 31 sampai 49 tahun, dan sekitar 41.5 persen adalah berusia eighteen sampai twenty-nine tahun.
Keunggulan Twitter dibanding dengan jejaring sosial lainnya adalah langsung tepat pada inti pembicaraan, efisien, terdapat fasilitas hashtag yang dapat mengumpulkan topik-topik yang sejenis, dan tanya jawab antara produsen dan konsumen dapat terjalin dengan cepat dan tepat.


LinkedIn
Situs ini sampai saat ini telah mempunyai lebih dari 150 juta pengguna aktif yang tersebar di seluruh dunia. Keunggulan LinkedIn adalah dapat memperlihatkan keahlian seseorang dan dapat terhubung dengan banyak orang yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang sama.


Pengguna LinkedIn dapat menciptakan Group yang digunakan sebagai tempat berdiskusi mengenai banyak hal, contohnya mengenai keunggulan dan kelemahan produk yang Anda jual. Pengguna situs ini sedikit didominasi oleh kaum pria sebanyak 51 persen dan 49 persen lainnya adalah wanita.

Sekitar twenty-three persen pengguna LinkedIn berusia 35 sampai 44 tahun dan twenty-one persen di bawahnya adalah berusia 45 sampai 54 tahun. Orang-orang berusia twenty-five sampai 34 tahun menduduki tingkat ketiga dengan perolehan sebanyak twenty persen. Sedangkan 35 persen lainnya, terbagi-bagi antara pengguna berusia 18, eighteen sampai 24, 55 sampai 64, dan di atas 65 tahun.

Google+
Walaupun bisa dibilang masih kalah dengan ketiga jejaring sosial di atas, namun setidaknya, Google+ telah memiliki sekitar 100 juta pengguna aktif saat ini. Pengguna Google+ menuliskan standing atau couple sebanyak kurang lebih 625 ribu setiap harinya.


Dengan menambahkan tanda + sebelum nama orang-orang yang ada dalam daftar pertemanan, secara otomatis, orang tersebut dapat diajak berinteraksi berdua atau bersama-sama dengan lainnya. Hal ini sangat membantu para pebisnis untuk melakukan presentasi bisnis.

Nampaknya, pengguna Google+ ini lebih didominasi oleh kaum pria saja, karena sebanyak 69.62 persen pengguna adalah laki-laki dan hanya 30.38 lainnya adalah wanita. Pengguna situs jejaring sosial ciptaan Google ini lebih eksklusif dibanding dengan Facebook. Pengguna Google+ rata-rata mempunyai jenjang pendidikan yang tinggi, seperti pelajar atau mahasiswa, ahli mesin, desainer web, pengembang aplikasi atau software, dan marketing profesional.

Sama seperti Facebook, Google+ juga dapat digunakan untuk memposting semua informasi berupa tulisan, gambar atau foto, video, polling, dan melakukan tanya jawab dengan sesama pengguna Google+.
 
Apabila Anda adalah seorang pebisnis atau seorang enterpreneur, maka Anda diharapkan dapat bijak dan selektif memilih situs jejaring sosial. Karena dengan tidak selektifnya dalam pemilihan tersebut, maka semua usaha publikasi yang Anda lakukan akan sia-sia dan membuang waktu Anda dengan percuma.





5 Kesalahan Ketika Bermain LinkedIn – LinkedIn boleh saja masuk dalam kategori situs jejaring sosial yang akan menggeser Facebook. Namun, peruntukan LinkedIn tak sama dengan Facebook, sebab ia lebih ditujukan untuk kalangan profesional.
5 Kesalahan Ketika Bermain LinkedIn
Artinya, bagaimana user memanfaatkan LinkedIn jelas tidak bisa disamakan kala bermain dengan Facebook yang sifatnya lebih santai dan nyaman.
Memang, LinkedIn hadir untuk membantu untuk menjalin networking antar pengguna. Namun bukan cuma untuk urusan sharing foto ataupun buat status dan main seneng-senengan bareng temen,Tapi lebih kepada yang sifatnya profesional urusan pekerjaan.
Berikut 5 kesalahan fatal yang harus Anda hindari di LinkedIn:

1. Foto Anak vs foto seksi
Sikap sayang anak dari pengguna internet seringkali diungkapkan dengan cara memposting foto buah hati mereka di situs jejaring. Oke lah, jika hal itu dilakukan di Facebook, namun sebaiknya tidak dilakukan di LinkedIn.

Sebab, apa yang terlihat ‘lucu’ di Facebook tentunya tidak cocok untuk dunia kerja. Hal ini harusnya sudah bisa disadari pengguna LinkedIn, namun tetap saja, seperti dilansir Huffington Post, foto anak di LinkedIn masih suka ditemui.

Foto yang sebaiknya tidak diposting di LinkedIn termasuk di antaranya foto yang terlalu seksi, menggunakan animasi, atau yang tidak mencerminkan diri Anda dengan baik.

2. Oversharing
Mengintegrasikan berbagai jejaring sosial yang Anda ikuti dengan LinkedIn, memang bisa menjadi pilihan.

Namun harus dilihat juga apa dan seberapa banyak yang diposting. Jangan malah akun LinkedIn Anda menjadi oversharing alias berlebihan. Sebaiknya pisahkan mana yang urusan profesional di LinkedIn dan bersenang-senang di jejaring sosial lain.

3. Menyerang User Lain
LinkedIn seringkali digunakan oleh para pemburu karyawan. Tentu untuk melirik calon karyawan, banyak poin yang menjadi pertimbangan, salah satunya adalah sikap.

Bagaimana jika user LinkedIn yang dilirik, namun ia memiliki sikap tidak terpuji? 

Seperti suka ‘menyerang’ atau melakukan tindakan kekerasan tertulis kepada user lain.

Pastinya sikap negatif itu akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi perekrut. Terlebih, para perekrut kerap menelaah lebih mendalam apa yang Anda tampilkan di LinkedIn.

4. Banyak Koneksi, Apa Anda Kenal Semua?
Sah-sah saja memiliki banyak koneksi (pengguna yang terhubung) di LinkedIn. Hanya saja jika terlalu banyak dan tidak memberikan manfaat, malah akan jadi bumerang. Memang Anda kenal siapa saja yang terhubung dengan Anda?

Bahkan sejatinya, Anda diimbau untuk berhati-hati dengan siapapun yang terkoneksi dengan akun LinkedIn Anda. Siapa tahu ‘teman’ Anda tersebut memiliki riwayat yang tidak bagus di dunia kerja. Jadi ketika ia dilihat ada di daftar koneksi Anda, bisa-bisa image negatif tersebut juga ikut terseret.

5. Profil Harus Jelas
Informasi yang dituliskan di akun Anda itu ibarat CV digital yang disodorkan ke perusahaan. Jadi jika ‘CV’ tersebut tidak menampilkan data-data dengan jelas, tentu ini akan menjadi kerugian tersendiri.

Salah satu poin yang kerap terlewati adalah informasi tempat Anda bekerja sebelumnya. Tak cukup rasanya cuma menulis nama mantan perusahaan tempat Anda bekerja tersebut, tulis pula posisi dan tanggung jawab yang Anda emban di sana.

Lebih bagus lagi jika dapat menyebutkan Anda pernah terlibat dalam proyek apa di perusahaan terdahulu. Ini penting karena akan masuk dalam pertimbangan perekrut.

maka, Jika anda ingin berhasil menggunakan jejaring sosial profesional ini, ada baiknya anda membeli tutorialnya di sini, sangat murah dan bisa menghasilkan banyak manfaat. 

                                                ---->>>    BELI TUTORIAL    <<<-----



sumber :
http://marketplus.co.id/2012/01/linkedin-bentuk-pasar-berbeda-dari-bisnis-jejaring-sosial/
http://id.prmob.net/linkedin/jaringan-sosial/sosial-layanan-jaringan-297166.html
http://agusgt.com/5-kesalahan-ketika-bermain-linkedin/
http://korekan.com/internet/perbandingan-antara-facebok-twitter-linkedin-google-untuk-proses-e-business

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar